Senin, 26 April 2021
Minggu, 25 November 2018
Sabtu, 18 Agustus 2018
TEGAKKANLAH AGAMA (KEIMANAN DAN KETQWAAN) DAN JANGANLAH KAMU BERPECAH BELAH DIDALAMNYA.
Marilah..:
Saling menasehati untuk menaati kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran
(Al-Ashr 103:3)
Tauhid adalah ilmu
pertama yang wajib diketahui dengan dalil..
Tauhid berasal dari kata
Wahid..yaitu Allah Maha Esa.
Tauhid adalah ilmu yg
paling mulia yg diperkenalkan oleh RosulNya kepada kita..yg didasarkan pada
kemuliaan yg diketahui tidak ada siapapun atau apapun yg lebih mulia dari Allah
SWT..
Tauhid adalah ilmu
ushul...
Tauhid adalah fiqh ..
Tauhid adalah akidah..
Akidah artinya iman..
Akidah adalah mempercayai sesuatu secara pasti tanpa ragu..
Konsep akidah atau iman,
mencakup 6 hal.
1.
Beriman kepada Allah
2.
Beriman kepada Malaikat-malaikat Allah
3.
Beriman kepada kitab-kitab Allah
4.
Beriman kepada Nabi dan Rosul Allah
5.
Beriman kepada Hari kemudian yaitu keimanan kepada kematian dan hal-hal
kehidupan setelah kematian, seperti alam barzah, kiamat, surga dan neraka..
6. Beriman kepada taqdir, taqdir baik maupun buruk, getir maupun manis..
Enam hal inilah rukun
iman merupakan asas petunjuk dari Allah SWT diperintahkan kepada Rosulullah
SAW. Untuk disampaikan kepada umatnya..Bahkan rosul-rosul sebelum beliau pun
diutus untuk menyampaikannya.. seperti disampaikan dalam firman Allah
(Asy-Syura: 13)
Dia (Allah) telah
mensyariatkan kepadamu, agama yg telah diwasiatkan-NYA kepada Nuh dan apa yg
telah Kami wahyukan kepada (Muhammad) dan apa yg telah Kami wasiatkan kepda
Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketaqwaan) dan
janganlah kamu berpecah belah didalamnya (Asy-Syura:13)
Dalam hal ini disampaikan mengenai rukun iman yg ke enam.. yaitu percaya adanya taqdir, taqdir baik maupu
buruk, getir maupun manis..
Pilpres adalah pilihan
rakyat suara terbanyak, kemenangan pilpres yang menentukan adalah taqdir, dalam
hal ini rakyat pemilih ada yg ditaqdirkan baik maupun buruk karena ada yg cocok
pilihannya dan ada yg tidak sesuai dengan keinginnanya..
Dan janganlah karena
pilihan berbeda lantas mengorbankan agamanya...membenci dan memusuhi sesamanya karena
beda pilihan capres/cawapresnya..
Sandaran iman kokoh dan
kuat yg lebih utama adalah tegakkan agama (keimanan dan ketaqwaan) dan
janganlah kamu berpecah belah didalamnya..
Mungutip kitab “Syarah
Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah” hal 9 tentang Tauhid..
Selasa, 10 Juli 2018
Ini Alasan TGB Dukung Jokowi 2 Periode
TGB oh TGB..! Sebagai ulama anda orang paling bijaksana dari keraguan pikiran orang lain yang kontra..
Anda membuat semakin kuat keyakinan bangsa ini... terutama umat Islam Indonesia..
Bahwa Jokowi adalah pilihan terbaik bagi bangsa ini untuk maju menuju #2019dilanjutkan2periode
Sabtu, 30 Juni 2018
INGIN PILIH PEMIMPIN YANG LEBIH BAIK?
Jadi kalau kalian ingin
pemimpin yang lebih baik apa yang harus kalian lakukan..
Kalian harus lebih baik
dari kemarin, kemarin Cuma sholatnya 5 waktu, sekarang sholat dhuhur ada
kobliyatannya.. ada ba’diyatannya...
Yang tahun lalu hanya
puasa Romadhon tidak pernah puasa sunah. Ingin pemimpin yang lebih baik tambahi
puasa sunahnya..
Kata Allah begitulah kami
jadikan pemimpin-pemimpin yang dzolim buat rakyat yang dzolim.. buat
orang-orang yang dzolim.. karena seperti itulah hasil kerja mereka..
Siapa yang tidak
menginginkan pemimpin yang baik, kita selalu menginginkan pemimpin yang lebih
baik.. Tapi antum perbaiki diri antum.. Allah akan datangkan pemimpin yang
baik.
Tapi kalau kita tidak
baik akan ganti siapa pemimpinnya tetap akan ada kedzoliman, kenapa karena
antumnya dzolim..
Kalau kita melihat jaman
kedholiman naudzubillah.. suami dzolim sama istri.. bapak dzolim sama anaknya..
anak durhaka sama orang tuanya..
Dimana-mana kita lihat..orang
tua punya anak dijadikan anaknya naudzubillah anak pank.. tenang ganti presiden
katanya..anaknya dulu diganti.. jadikan benar dulu.. itu kata Jama’ah betul..
Kita semua mengingnkan
pemimpin yang baik.
Siapa yang tidak mengingnkan
pemimpin seperti Abubakar Sidik.?
Antum meinginkan pemimpin
seperti Abubakar Sidik, ingin pemimpin seperti Umar bin Hatab.. atau melihat pemimpin
siapa saja yang diidolakan oleh mereka..
Ada yang mengidolakan
Fuding, ada yang mengidolakan orang kafir, ada yang mengidolakan Fulan.
Mana yang mengidolakan Abubakar
Sidik.. mana Umar bin Hattab, Mana ustman bin Astman, mana Ali bin Abitholib
nggak ada..
Kita perbaiki dulu diri
kita.. kalau mengingnkan pemimpin yang baik antum menjadi orang baik.
Masih ingat dengan
kisahnya Ali bin Abitholib ketika kedatangan salah satu orang khoaris yang
mengatakan kpd Ali bin Abitholib ya amirul mukminin.. Kenapa dimasa Umar bin
Hattab dimasa Abubakar Sidik, masa Allah hidup damai, tentram, semua harga
mungkin yah enaklah.. orang-orang hidup sekarang dimasamu kacau perang sana...
perang sini..
Ini rakyat bertanya
kepada pemimpinnya saat itu.. kenapa itu terjadi..
Apa kata Amirul mukminin
Ali bin Abitholib..Rodiallohu taala anhu..: Dulu dimasa Abubakar dan Umar
rakyatnya seperti aku.. dan kini dimasaku rakyatnya kaya kau nih.. Ya seperti
itu jamannya..
Jadi antum.. ketika ingin
pemimpin yang baik antum perbaiki dulu diri antum.. Antum jadilah orang yang
baik..
Jadi orang yang lebih
baik dan tunjukanlah akan kebaikannya..
Akankah orang baik
memilih pemimpin yang buruk.. Mungkinkah orang yang sholat, memilih orang yang
tidak sholat..
Mungkinkah orang yang
bertauhid memilih orang yang tidak bertauhid..Tidak Mungkin.!!
Maka antum sibukkan diri
antum untuk belajar menjadi lebih baik.. dan janji Allah akan turun.. Allah
tidak pernah ingkar janji.. tapi kita yang tidak menepati janji kita sama Allah
Langganan:
Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
-
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah ...
