Dalam kehidupan, manusia wajib
saling ingat mengingatkan.
Terjjemah Al Qur’an surat Al
Ashr (103):3;
Demi Masa
Sesungguhnya manusia itu
benar-benar berada dalam kerugian
Kecuali orang-orang yg beriman dan mengerjakan amal
sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati
supaya menetapi kesabaran.
Allah menciptakan alam
semesta dengan segala jenis mahluk hidup penghuni dunia. Diciptakan dalam perwujudannya
sebagai manusia dan binatang, dg bermacam bentuk, warna kulit, suku dan bangsa.
Manusia diberi akal pikiran supaya hidup berdampingan
dg sesamanya dalam peradaban dg menjaga kelestarian dan keselarasan alam. Manfaat peradaban ini untuk kepentingan sesama manusia dalam kehidupan bersama demi kedamaian dibumi, orang
beriman diciptakan untuk beribadah, bersodakoh, beramal soleh. Sedangkan binatang diberi
insting, naluri ntuk mencari makan dan menjaga diri.
Allah memberi petunjuk jalan
kpd manusia yg tlah diberi akal pikiran dg dua pilihan: YANG HAQ DAN YANG
BATHIL yg haq jalan yg lurus/benar yaitu dijalan Allah, yg bathil jalan yg sesat
yaitu dijalan Syaiton. Yang haq dijanjikan sorga dan yg bathil ancamannya
neraka....
Orang beriman dalam setiap beribadah (Sholat) senantiasa
memohon petunjukNYA surat Al Fatihah
(1):7:
Tunjuki kami jalan yg
lurus/ benar (ya Allah). Yaitu jalan orang2 yg telah kau beri ni’mat atas mereka,
bukan jalan orang2 yg dimurkai atas mereka dan bukan pula jalannya orang2 sesat (Syaiton).
Allah
memberi petunjuk kpd manusia yg telah diberi akal pikiran dengan berbuat baik
kpd orang lain dan melarangnya BERBUAT KERUSAKAN dimuka bumi.
Al
Qur’an surat AL Qasas (28):77:
Dan carilah (tuntutlah) kehidupan dengan apa yg Allah
anugerahkan kepadamu (kebahagiaan, kenikmatan, rakhmat dll), tetapi (dan)
janganlah kamu melupakan bahagianmu didunia ini (kenikmatan dunia) dan
berbuatlah baik (kepada orang lain), sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi ini. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang2 yg berbuat kerusakan.
Sangat jelas Allah melarangnya untuk berbuat kerusakan
dimuka bumi.
Awal perbuatan kerusakan disebabkan banyak
faktor kepentingan, satu contoh karena rasa tdk suka timbulah kebencian yg
mendalam, dg tdk mempertimbangkan nalar lalu
saling menghujat/menyerang, atau karena membela diri, yg kuatlah yg menang. Akibat
yg lebih fatal yg kalah dibantai, hal ini merusak peradaban.
Allah memberi petunjuk tentang agama AGAR DAMAI DIBUMI dlm firmanNYA surat Al Kafirun
(109): 6:
Katakanlah: Wahai orang
kafir.! Aku tidak akan menyembah apa yg kamu sembah. Dan bukanlah kamu
penyembah apa yg aku sembah. Dan aku tidak menjadi penyembah yg kamu sembah. Dan
tidak pula kamu menjadi penyembah apa yg aku sembah. Bagimu agamamu dan bagiku
agamaku.
Sangat jelas Allah melarang
mencampuri urusan keyakinan agama orang
lain. Arti kata lain secara pribadi urusilah dirimu sendiri dan akupun
mengrusi diriku sendiri. Petunjuk Allah ini adanya cercah kedamaian supaya
tentram dlm kehidupan beragama, hanya Allah Yang Maha Tahu segalanya. Wallohu a’lam bissoab.
Demikian “SALAM DAMAI
INDONESIAKU..!!”
Penulis Tori