Mahfud MD ungkap alasan Kabareskrim dan Menteri ATR-BPN masuk Satgas BLBI:
Didalam Kepres baru ini ada nama Kabareskrim masuk disini, karena kalau ada masalah pidana akan segera ditangani, misalnya masalah pidana karena sudah serahkan kepada Negara secara syah, tiba-tiba dijual dengan dokumen palsu, dan sebagainya, atau dengan cara apa diduduki, itu nanti pidana...
Negara akan turun tangan ada BARESKRIM ada JAMDATUN Kejaksaan Agung, dan sebagainya, sehingga saya ingin semuanya bekerjasama...
Dengan bekerja sama untuk mengembalikan hutangnya ini kepada Negara, karena Negara sekarang membutuhkan untuk dikembalikan kepada Rakyat, digunakan untuk kepentingan Rakyat,
Itu tugas Negara JANGAN MAIN-MAIN RAKYAT SEKARANG SEDANG SUSAH, berkali-kali saya katakan, kalau anda hanya main-main, oke saya mau bayar, lalu gak pernah muncul lagi, nanti akan ada langkah berikutnya..
PATUT DIWASPADAI APAKAH ANCAMAN KOMUNIS MASIH NYATA .?
Dari tuduhan mantan Jenderal Gatot Nurmantio bahwa TNI sudah disusupi PKI.
Balques Manisang (Reporter):
Di program PEREMPUAN BICARA, ada 4 perempuan luar biasa yang mudah-mudahan memberikan perspektif baru dan pencerahan kepada bangsa Indonesia.
Diperkenalkan ada ibu Ema Caniago selaku politisi, ada ibu Khusnul Mariah sebagai dosen politik, mbak Devie Rakhmawati pengamat sosial, dan mba Asfinawati aktivis HAM.
56 tahun silam genap memperingati 30 September, gerakan yg dilakukan partai Komunis Indonesia, atau biasa kita kenal G.30.S.PKI.berlangsung peristiwa pembunuhan terhadap sejumlah jenderal, trauma peristiwa berdarah yang memang ternyata tidak termakan oleh waktu, meski sudah mati, sudah menjadi sejarah tapi banyak sekali yang percaya ideologinya masih tetap hidup.... yang menjadi pertanyaaan apakah ancaman Komunis masih nyata.?
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak lepas dari sejarah paham Komunis mengganti ideologi Pancasila, isue kebangkitan Komunis atau PKI selalu menjadi polemik panas setiap tahun.
Terbaru mantan Panglima TNI Jenderal purnawirawan Gatot Nurmantio mempersoalkan pembongkaran patung peristiwa G.30S.PKI diMusium Kostrad pernyataan Gatot berbuntut dengan menyinggung PKI telah menyusup ke TNI.
Gatot Nurmantio:
"Peran Kostrad peran sosok Suharto, peran Jenderal Nasution, peran KKO jelas akan dihapuskan dan Patung telah tidak ada, ini berarti sudah ada penyusupan didalam tubuh TNI.!!"
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrakhman mengklarifikasi, pembongkaran patung,... serta indikasi PKI telah menyusup ke TNI.
Isue kebangkitan Komunis atau PKI berulang setiap tahun dengan beda narasi kesaktian Pancasila,.. seakan teruji apakah ancaman Komunis benar-benar terjadi.?
Reporter:
Video pengantar sepertinya isue berhembusnya PKI ini, seperti berulang kembali tapi narasinya yang beda,
Nah saya mau tanya dan kemarin juga gaduh soal pembongkaran Patung diorama ada Patung pak Suharto..., pak Sarwo Edi..., yang kemudian kita tahu bersama, yang menjadi tokoh penumpas PKI.....
Kemudian ada indikasi juga, pak Gatot tadi yah.... mantan Panglima TNI..., mengatakan jika ideologi Komunis masih ada.... juga bahkan menyusup ketubuh TNI..., apa masih relevan mangaitkan Komunis dimasa ini... dan kenapa isue ini serlalu berulang tahun.., selama September, diperingatannya..., lalu kemudian di kesaktian Pancasila...,
Saya mau ke bu Khusnul Maria tersebut bagaimana melihatnya.?
Khusnul Maria:
Begini mbak, Balkis, kalau kita lihat bahwa membahas tentang PKI setiap 30 September.., kemudian 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila.., dengan sejarah sebetulnya inikan selalu warning, dari rakyat bahwa kita memang punya sejarah kelam.., baik yang tahun 48, maupun tahun 65...,
Jadi jangan sendirian di th 65.., ada juga setelah merdeka itu di th. 48...
Nah kalau ditanya, kemudian apakah hari ini ada ya... kalau partai komunis indonesia itu ada.., ya memang tidak ada.., kalau kaya gitu,
Tapi kan didalam kontek seperti wujud organisasi tanpa bentuk kaya gitu ya..., kemudian Komunitas kecil, kecil...,
Kecil kemudian solideritas didalam kontek situ wujud dalam gerakan-gerakan intelektual.., terus kemudian juga kalau dipartai politik..., justru beberapa aktor politisi menyatakan secara terbuka..., bahwa mereka berada di DPR .., di Senayan,..., mungkin juga pendukung diIstana.., dan sebagainya.., seperti itu kan terasa nah,
Jadi oleh karena itu dibirokrasi juga ada.., kemudian ada isue-isue tentang bagaimana kurikulum tentang agama dihilangkan saja..., itu pasti orang akan kembali lagi kenapa kaya gitu yah...,
Jadi kemudian terakhir yang heboh juga tokoh-tokoh dalam sejarah Indonesia.., kemudian tokoh-tokoh Islam..., kemudian dihilangkan diganti dengan tokoh-tokoh PKI
Jadi secara bentuk real seperti partai politik tidak.., tapi kalau didalam kontek inteltual didalam kontek komunitas-komunitas itu terasa.
Baik diborokrasi, kemudian di partai politik gitu yah.., kemudian di komunitas-komunitas yang ada...,
Itu memang masih terasa.., apalagi sebetulnya kan yang 65 kan itu baru..., artinya orang masih banyak yang ingat kaya gitu.., ini setiap tahun, sebetulnya jadi melihatnya adalah..., ini warning ini adalah bagaimana kita punya sejarah seperti ini.., nah harusnya dalam kontek ini negara membuka dialog-dialog yang positif.., didalam kontek menyelesaikan berbagai persoalan yang belum terselesaikan.., jadi pada dasarnya.., sebetulnya masih real.., didalam kontek kepolitikan diIndonesia,
Reporter:
Oke saya akan ke bu Irma,
Bu Irma kekhatiran tadi mantan panglima pak Gatot Nurmantio misalnya mengatakan ini contoh dibongkarnya patung diorama para penumpas G.30S.PKI salah satu tanda-tanda..., dan ini sangat mengkhawatirkan nggak bu Irma.?
Erma Caniago:
Kalau menurut saya sih pak Gatot lebay yah, nggak seperti itu lah ya..
Kalau dikatakan kita khawatir betul.
Tapi pertama saya ingin meluruskan dulu, bahwa PKI di Indonesia itu bukan ateis..., karena PKI di Indonesia itu bukan ideologi.., tapi partai politik.., maka semua orang-orang PKI diIndonesia itu beragama semua..., maka semua orang-orang PKI diIndonesia itu yang menjadi PKI diIndonesia itu semua beragama...
Banyak yang Muslim lho.., banyak yang non Muslim, semua agama ada disitu.., jadi dia bukan ideologi.., tapi partai politik, itu yang harus diluruskan dulu, posisioning nya
Yang kedua.., yang ingin sampaikan lagi bahwa didunia hari ini nggak ada orang yang mau jadi Komunis..., China saja hari ini memang ya sistem tata kenegaraan China itu, masih Komunis karena mereka tidak mungkin bisa menjadi yang lain begitu yah..., karena dengan bersarnya penduduknya itu harus ada otoritas yang kuat.., supaya tidak pecah..., maka kemudian dipertahankanlah sistem itu.., tapi kita lihat bagaimana sistem ekonomi China hari ini kapitalis.., tuh yang kedua.
Dan yang ketiga hari ini yang Komunis murni..., saya nyatakan disini bahwa.., yang Komunis murni didunia ini hanya Korea Utara,
Tapi bisa kita lihat bagaimana kehidupan diKorea Utara ketika mereka menjadi Komunis..., sangat miskin, sangat tertekan.., dan diisolasi oleh dunia..., nah mana ada sekarang negara yang mau menjadi Komunis lagi.., lah itu yang ketiga.
Dan yang keempat.,, saya sampaikan seperti ini...,
Kalau ada komunitas seperti yang mba Khusnul tadi bilang satu, dua orang atau tiga orang di DPR tadi, yah,
Saya nggak bilang di DPR ya .saya nggak mau bilang bicara itu,
Ada orang perorang yang mungkin, karena dendamnya, misalnya orang tuanya dibunuh, tanpa pengadilan lain sebagainya..., kemudian mereka mendendam sampai hari ini misalnya..., saya kira itu hal yang manusiawi..., tetapi hari ini kalau kita selalu bicara isue Komunis itu selalu diungkap setiap tahun,
Isue ya, yang namanya isue pasti ada yang buat itu..
Namanya isue ada yang buat pasti untuk apa dia buat, tapi untuk apa setiap tahun dia gaungkan, terus hal-hal seperti ini yang pertama, ada pesan positif disini, bahwa kita tidak boleh melupakan sejarah..., tapi yang kedua yang harus kita pahami juga bahwa.., di Indonesia ini, insya Allah PKI tidak akan tumbuh,
Satu Indonesia 90% beragama Islam dan yang kedua di Indonesia itu rata-rata semua beragama,
Dan yang ketiga orang Indonesia sudah tahu mau jadi Komunis itu akan menjadi seperti Korea Utara, jadi nggak akan ada lagi yang berkeinginan ingin menjadi Komunis, menurut saya...
Jadi sebagai pelajaran sebagai pengingat, sebagai kewaspadaan saya kira nggak ada masalah.
Reporter:
oke saya ke mba Asfi.
Mba Asfi sendiri melihat isue Komunis yang kemudian ada di selalu berulang di September seperti apa.?
Asfinawati:
Ini menarik yah, karena memang LBH sendiri di LBH itu pernah di stigma liberal, pernah distigma Komunis, pernah di stigma Taliban, orangnya masih sama tidak ganti-ganti..., tapi bisa menjadi Komunis dan Taliban dan liberal.., ini masuk akal nggak, ini nggak masuk akal.., yang nuduh nggak belajar.., tapi kok dimakan, begitu sama publik,
Artinya saya mau mengatakan ini memang menjadi komiditas poltik yang nggak habis-habis begitu yah,
Sebetulnya ini.., dan ini memang ada beban sejarah.., tapi saya nggak berhak ngomong lebih lanjut.., tapi saya mau mengatakan.., sejarahwan diseluruh dunia itu banyak sekali desertasi-desertasi.., yang mengatakan ada 5 versi sebenarnya tentang peristiwa 65,
Satu PKI..,. kedua konflik internal angkatan darat, isue Sukarno dalangnya gitu yah..., isue Suharto.., dan CIA ..,
Dan CIA juga sudah mengungkap dokumen itu, jangan lupa itu.., ada perang dingin.., ini soal ekonomi politik..,pada akhirnya dan Sukarno menasionalisasi banyak tambang diIndonesia.., tentu saja mengkhawatirkan pemilik modal.., jadi ada nuansa seperti itu dan ketika kita meneliti satu-satu.., maka cerita yang berikutnya.., bisa sangat berbeda.., bukan saya mau mengatakan PKI itu tidak ada..., karena waktu itu PKI adalah partai yang resmi, ya diperbolehkan..., siapa sebetulnya yang betul-betul menjadi dalang.., para sejarawan masih berdebat..., dan tidak ada yang berani mengatakan..., saya baru ngchek nih kepada teman saya, sebenarnya siapasih dalangnya,
Reporter:
Bisa nggak berani bilang..?
Asfinawati:
"Akademisi ya doktor yang meneliti soal 65, yang sering mengungkapkan tentang pelanggara ham 65 itupun nggak berani bilang."
Yang mana dia cuma bilang ada 5 versi itu...,. jadi mungkin kita butuh beberapa tahun lagi.., dan saya pikir waktunya akan semakin dekat..., dokumen-dokumen CIA sudah tersiar..., kemudian banyak desertasi-desertasi..., dan mungkin juga dalangnya nggak tunggal...,juga.ada banyak faktor
Reporter:
Oke pertanyaan juga akan saya tanyakan kepada mba Desi, kalau memang partai Komunis sudah tidak ada lagi di Indonesia.., ataukah sekarang isinya berubah..,atau sebagaimana isi ideologi dimainkan..., atau berputar.
Beberapa data yang dikatakan sebagai kejadian yang diklaim menjadi isue kebangkitan PKI dari 2002 sampai 2021. (lihat video)
2002 GENCARNYA PENERBITAN BUKU "AKU BANGGA JADI ANAK PKI"
2004 DIHILANGKANNYA KATA "PKI" DARI "G.30.S"
2005 TERBITNYA BUKU "ANAK PKI MASUK PARLEMEN"
2015 HUT PKI DIRAYAKANNYA SECARA TERBUKA
2017 MUNCULNYA PERPU ORMAS
2018 PENGHAPUSANNYA KEWAJIBAN PEMUTARAN FILM G.30.S/PKI.
2020 PENGHAPUSANNYA PELAJARAN G.30.S/PKI
2021 DIBONGKARNYA DIORAMA PATUNG PATUNG SEJARAH DIMARKAS KOSTRAD.
2021 Ini yang terbaru..
Saya langsung ingin ke mba Desi, sambil lihat referensi itu mba Desi, ini bukan bicara partai lagi..., tapi apakah ada ideologi yang harus dikhawatirkan PKI akan muncul lagi...,.dalam bentuk ideologi..., dalam bentuk pemahaman-pemahaman baru.
Devie Rahmawati:
Iya saya ingin menyoroti dari sisi yang berbeda..
Saya sepakat dengan beliau dan juga mba Asfi, bahwa ada persoalan ketahanan digital sekarang.., dengan informasi yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya,
Ini sangat berbahaya, kenapa... dalam kontek pembelajaran sejarah saya setuju dengan beliau,.. justru ini yang dapat mencerdaskan bangsa.., tapi sayangnya bubu-bubunya, bensinnya,.. itu terlalu banyak, sehingga akhirnya isue ini,.. diterjemahkan secara bebas untuk tidak disebut liar,..
Karena kemudian mengingatkan kita,.. pada survei nya,.. risetnya Mit yang menyatakan bahwa,.. untuk mengklarifikasi suatu informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,... seperti isue-isue seperti ini..., itu akan membutuhkan waktu 20 kali lebih panjang dari pada sebuah informasi yang memang berbahaya,...
Karena gini,.. Mastel misalnya 2017, menunjukan karena hidup kita sekarang, sebagian di digital,.. informasi-informasi yang bisa dikatagorikan hoax,.. atau tidak bisa dipertanggujawabkan, yang tertinggi adalah politik,... sebelum kasus Covid,..
Dan itu apa,.. yang kemudian terjadi,.. dia akan berusaha memanipulasi emosi publik,..menyitir istilah mba Anita Wahid,..
Jadi akan menimbulkan kecurigaan,.. ketika sudah curiga,... tahapannya,.. orang menjadi tidak percaya,...
Ketika tidak percaya,.. dia marah dan benci,.. ini yang kemudian, sangat jelas dalam berbagai peristiwa,.. akan menimbulkan konflik, yang bukan hanya kekerasan kata-kata, yang hanya diruang digital,.. tapi bisa berujung dengan kekerasan yang nyata,..
Nah ini yang memang harusnya kita perlu serius, untuk mendidik publik terhadap kebenarannya,..
Yang tadi disampaikan oleh beliau menarik, bahwa tidak ada yang memutuskan bahwa benar itu adalah kejadian yang diakibatkan oleh salah satu kelompok,.. misalnya,... dan berusaha tidak untuk menambah keliaran dari isue yang sebenarnya,
Juga secara keilmuan belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.
Lihat berikut ini video lain tentang bangkitnya PKI.
Agar cerdas dan bijak dalam bermedia sosial... seperti sebarin berita hoaks, sebarin ujaran kebencian, sara, rass, suku ataupun golongan, untuk Indonesia damai..
Kisah nyata pelaku ujaran kebencian
Tim gabungan Resmob Polres Minahasa Sulawesi Utara dan Resmob Polres Cimahi Jawa Barat, meringkus seorang laki-laki yang sudah buron selama 1 bulan yang terlibat ujaran kasus kebencian yang menyulut kemarahan masyarakat Minahasa gara-gara ulah pelaku nyaris terjadi perang antar suku..
Simak videonya untuk mendapatkan informasi terang benderang, ambil hikmahnya supaya tidak terulang terjadi yang berakibat merugikan pada diri sendiri maupun orang lain.
INDONESIA BISA HANCUR SEPERTI AFGANISTAN. INI WARNING YANG SANGAT REALISTIS.
TALIBAN TIDAK ADA YANG BERUBAH DARI DULU DAN SEKARANG.
Masih adanya kaum wanita dijadikan budak sek.
Kaum menengah menjadi target utama diburu kemana-mana.
Terjadi perang saudara dinegara Afganistan dengan kemenangan kaum Taliban sihingga pemerintah yang syah dibawah presiden Gani runtuh dan Taliban kembali menguasai Afganistan.
Yang terakhir ditandai dengan menguasai Kabul dan Istana Negara.
Ini merupakan sebuah tragedi karena Taliban ini reprersentasi dari Islam garis keras sangat keras.
Apa yang terjadi setelah Taliban masuk ke Kabul, kaum menengah menjadi target utama diburu kemana-mana, dan terjadi eksodus bersar2-an, bukan warga asing tapi warga Afganistan kaum menengah yang kabur keluar Afganistan, karena yakin ini akan menjadi sasaran kelompok Islam radikalis seperti Taliban ..
Yang menjadi pertanyaan apakah hal ini bisa terjadi di Indonesia,
Tertegelitik tulisan atau pernyataan dari pakar intelijen kita Jendral TNI prof. AM. Hendro Prijono.
Beliau mengatakan bahwa kenapa Taliban bisa berkuasa di Afganistan, karena klas menengah di Afganistan pragmatis, oportunis diam saja.
Tidak mendektesi ancaman Islam radikalis seperti Taliban.
Prof. AM. Hendro Prijono juga mengatakan, kalau Indonesia klas menengahnya diam saja, bukan tidak mungkin Islam radikalis seperti yang dicontohkan didalam video Bahtiar Natsir yang menyerukan khilafah..khilafah..!! tadi, bisa menguasai Indonesia.... ini warning yang sangat realistis..