Jumat, 20 Maret 2015

Sepenggal Perbincangan di TV.one



Sepenggal Perbincangan  tgl. 16/03/2015 di TV one.
Antara Pengacara DPR/D Razman Arif Nasution (P. DPRD) dengan
Bang Yoss Pejabat senior mantan gubernur DKI (Bang Yos) dan
Reporter TV one (Reporter).


PUBLIK MELIHAT DAN MENDENGAR TV.one.  16/03/2015.

untuk berfikir jernih apa yang sedang terjadi.


Bang Yos:

:”Oh ya pengrusakan Bang....:”buat apa?..ya tamengnya begitu Bang..saya jabarkan saya punya prevent seperti ini harus diikuti..” kisah Bang Yos dengan Pak Ahok.

Reporter:
Disini bisa dilhat maksudnya seperti apa..

Bang Yos:
Maksudnya gini.. itu memang lurus saja jalannya..gitu loh...lempeng yah..lalu kita melihat dari sudut pandang mana..kalau saya lihat..

Reporter:
Kalau tadi Bang Razwan bilang Ahok pasti tahu, bagi Bang Yos bagaimana posisinya saat itu di Ahok dengan kondisi APBD saat ini.

Bang Yos:
Kalau kita tahu anak buahnya.?.

Reporter:
He’eh.

Bang Yos:
Ya... harus segera dilaporkan..dilaporkan tindakan...

Reporter:
Ya memungkikan nggak seorang Ahok tdk tahu apa yg terjadi.. memungkinkan yakan...sebagai posisi Gubernur.

Bang Yos:
Oh ya..belum tentu tahu persis karena banyak sekali urusannya ya.. kalau nggak ada...

Reporter:
Ada kemungkinan itu Bang..

Bang Yos:
Kalau saya ini...kalau saya dilakukan pencegahannya saja.. gini.. bagaimana mereka supaya berfikir.. saya cerita begini..ini SKPD ini yah.. apakah itu kepala dinas biro semua itu ada anggarannya lah saya kumpulin semua ..sekarang kamu pernah lihat TV one nggak..gitu...:”lho bagaimana pak” ...itu yg apa namanmya Pemda anggota Pemda PNS atau DPRD yang di..jadikan pesakitan di KPK..:”Lihat pak”..nah sekarang kamu membayangkan kalau yang menjadi pesakitan itu kamu duduk disitu..inget yah orang jadi pesakitan di KPK nggak ada satupun yg lolos.. lalu kamu membayangkan jalan kamu asalah masuk penjara.. bagaimana istrimu nasibmu istrimu bagaimana anak2 mu yang masih kecil habis masa depannya..nah bagaimana supaya itu tak terjadi hanya satu jawabannya..jangan lakukan itu..kan gitu kan..

Reporter:
Saya ingin ke bang Razman tapi itu nanti. ternyata mungkin ada kemungkinan nih sebagai Banggar ber..berpengalaman 10 th ada kemungkinan seorang Gubernur tidak tahu apa yang terjadi.. maka itu disebut sama Ahok ada oknum SKPD yg dilakukan DPRD oke bang.. kita jedah dulu sesaat lagi.

P.DPRD :
Buktikan saja secepatnya... yg ingin saya katakan justru saya khawatir ini... bahwa... Pak Ahok ini kan kena demam bedarah..jadi kumat...jadi ngawur..

Reporter:
Tapikan sdh sembuh ini...sdh sembuh nih...

P.DPRD :
Jadi masih ada tinggal gitu... jadi artinya bahwa...Pak Ahok..udahlah.. kepemimpinan yg disampaikan Bang Yos itu itulah yg benar...bagaimana cara meramu..berkomunikasi..bahwa DPRD itu karena citra.. mereka juga institusi formal dinegara ini.. jadi aspirasi mereka wajar mereka sampaikan ketika sidang.. dengan atau pertemuan dg SKPD.. tapi yg salah adalah... apabila SKPD membangun kolusi dg DPRD dan itukan dpt dibuktikan.. dan segi SKPD nya itu PNS...penanggungjawab anggaran siapa.. kan itukan orang kepala daerah..pembina itu kepala daerah..karena itu maka copot..inikan startnya cekatan stafkan saja.. kemudian beri tahu ke KPK titik ... tapi fakta hari ini yg sdh dilaporkan ke KPK dana siluman APBD dan diperiksa bukan lah..dah anu sangat sulit untuk dibuktikan.. oleh karena itu.. pak Ahok ini.. bicara terlalu fulgar.. tapi tdk tahu subtansinya apa... saya minta pak Ahok buktikan jangan menambah masalah baru teruuus... gitu loh.

Reporter:
Baik ok.. Bang Yos..aa.. inikan jadinya dilewati terus sekarang kemudian masih menunggu proses hukum yg ada.. padahal proses politik harus terus berjalan ... khususnya APBD... tapi yg ingin tahu adalah untuk ingin.. prefentif gitu..agar sebelum ini dimulai sdh bersih2 dulu di awal.. gimana?.  

Bang Yos:
Jadi.. ee..apa mengenai.. proses hukum itu tdk bisa kita cegah lagi dan dianggap selesai.. soalnya sdh menjadi perhatian publik.. bukan karena apa di Indonesia itu.... dan itu bagus menurut saya itu.. artinya harus ada endingnya itu bagaimana menurut saya kaya gitu... tetapi kalau masalah politik dlm hal perpolitikan bisa di ..ada bargaining ada segala macam ..dan angket tapi mau lanjut mau tidak... bisa kita tawar ..tetapi kalau hukum harus terus berjalan.. .. nah tapi yg penting begini yah.. bahwa.. perseturuan ini harus segera berhenti.. terutama didalem urusan yg waktu singkat ini adalah.. APBD 2015 harus final... gitu..karena waktu terus berjalan.. yah.. menghabiskan dana 73 triliyun ABD.. itu bisa karena ....... apalagi kurang dari itu nah itu karena dari anu mendagri itu harus dibahas bersama harus segera dibahas bersama ..harus duduk bareng mereka..tapi ingat ya bahwa.. seluruh jaman ordebaru itu prosesnya DPRD ...maaf ya dulu dijulukin tukang stempel.. sama sekali tdk punya wewenang ..tdk punya wewenang jadi jika ikutin tindak apapun enak dulu karena bisa melakukan berarti yah..tapi setelah reformasi keluar undang2 pemerentahan daerah yg baru ..yah..itu sejajar kuhususnya dg legislatif.. itu mitra jadi mereka itu secara moral harus siap untuk saling menghargai gitu loh.

Reporter:
kita lihat nanti bagaimana Bang Yos

P.DPRD :
Sedikit aja..Bahwa Mabes Polri hasil kordinasi saya tadi.. itu sdh mengarahkan ke tindak pidana khusus

Reporter:
Baik kita tunggu nanti bagaimana prosesnya...sudah berbagi informasi Bang Yos, Bang Azwar terima kasih di apa kabar Indonesia malam. Ini di matikan anda saksikan kabar malam sesaat lagi.. Sampai jumpa.





Mencermati perbincangan tersebut:
 Pendapat Bang Yos sebagai senior mengarah pada tindakan pencegahan jangan sampai terjadi anak buahnya dijadikan pesakitan karena bermain anggaran dengan memberi contoh yang sudah terjadi anggota Pemda PNS, atau DPRD yang menjadi pesakitan di KPK tidak ada satupun yang lolos, dapat dibayangkan bagaimana nasib masa depan anak istrinya, maka jangan sampai hal itu terjadi satu2 nya jawaban jangan lakukan itu.. Sedangkan proses hukum yang sedang berjalan karena sudah menjadi perhatian publik itu bagus harus ada endingnya. Tetapi dalam hal perpolitikan bisa ada bargaining ada segala macam, mengnai hak angket bisa kita tawar mau lanjut, mau tidak. Urusan yang lebih utama dalam waktu singkat ini adalah APBD 2015 harus final.
Lain pula pendapat pengacara Bung Razman Arif Nasution, tampak lagi kesal nada bicaranya meledak-ledak supaya dibuktikan secepatnya dan katanya sebab demam berdarah pak Ahok menjadi ngawur, kepemimpinan yg disampaikan Bang Yos itu itulah yg benar...bagaimana cara meramu..berkomunikasi..bahwa DPRD itu karena mitra.. apabila SKPD membangun kolusi dengan DPRD itu harus dibuktikan. Karena Pak Ahok bicaranya terlalu fulgar harus segera dibuktikan jangan menambah masalah terus, bahwa hasil kordinasinya dengan Mabes Polri sudah mengarahkan ketindak pidana khusus.
Pengacara ini rupanya memejamkan mata, menutup telinga, pura-pura tidak tahu kenyataan yang terjadi, rupanya ingin membolak-balikan putih menjadi hitam, hitam menjadi putih, kini malahan dirinya masuk sel kesandung kasus hukum. Publik itu melihat, mendengar lalu menilai, boleh dikatakan sepanjang tahun Pak Ahok selalu digocang, dari mulai Pilgub pasangan Jokowi-Ahok menang suara dua putaran untuk mencapai perolehan 50+. Tidak sejalan dengan Partai lebih tegas memilih keluar dari Partai, sehingga mendapat serangan dari Partainya bahkan Partai lain. Lebih hebat lagi saat mengganti posisi Gubernur, ada Gubernur tandingan, kata2 kotor sering dilontarkan ke Pak Ahok bahkan sara. Dan kini haji Lulung cs mewakili DPRD meningkat ke hak angket. Intinya semua yang kontra ini ujung2nya hanya ingin menggulingkan sosok seperti pak Ahok. Masih kurang puas melapor ke Mabes Polri. Publik justru #SAVE AHOK berharap adanya Ahok-Ahok lain yang berpegang sumpah janjinya bekerja untuk rakyat, berani bongkar dana siluman sehingga rakyat tahu sistem aliran dana APBD dan ini bisa mencerdaskan opini publik apa sebenarnya yang terjadi mengenai anggaran di DPRD patut diduga dilakukan didaerah lain. Alangkah indahnya Indonesia ini jika pimpinan daerah mengikuti jejak Pak Ahok.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar