Jumat, 30 Juli 2021

Blak-blakan: Kisah Babah Alun, di Antara Buya Hamka dan Tomy Winata


Pebisnis keturunan tionghwa..sejak 2th lalu dia merintis program nasi kuning, dia juga membangun Mesjid dibawah jembatan Tol dikawasan Jakarta utara dengan arsitektur tiongwa
Buat saya dalam berusaha itu my moot is my boot, apa yang sudah saya katakan itu merupakan janji saya yang harus saya penuhi, jangan pernah ingkar janji kalau janji tidak bisa ditepati hadapi dan ceritakan masalahnya..tidak boleh dihindari begitu kamu menghindari janji, begitu kamu dusta seumur hidup kamu tidak akan dipercaya oleh orang lain.

sebenarnya sudah nkurang sibuk dikantor sehingga dimanfaatkan untuk kemanusiaan untuk memerangi virus covid ini, karena kita bisa berdiam diri, kita tidak bisa pemerintah berjalan sendiri, pemerintah telah lelah, capai dan jangan biarkan pemerintah jalan sendiri, kita yang bisa ya bergandeng tangan ramai2 bantuin pemerintah.
Pemerintah mungkin tidak perlu dibantu sama kita tapi ya yang kcil2lah kita ambil porsinya..pemerintah ngurusin wabahynya, kita ngurusin perutnya..
Sebab menurut saya 

Ini negara membutuhkan kita disinilah kita harus buktikan peran serta sebagai warga negara Indonesia kita mengakun sebagai nwarga negara Indonesia disinilah bumi dipijaqk langit dijunjung jadi disinilah negara membutuhkan kalian dan disinilah kalian membuktikan bahwa kalian cinta NKRI, cinta negara Indonesia, cinta rakyat Indonesia.
Tidak perlu memandang sukunya, agamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar