... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 14 Februari 2014
MENGENDALIKAN AMARAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 07 Februari 2014
KEBIJAKSANAAN PENGGALI TAMBANG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 04 Februari 2014
ELANG ATAU KALKUN
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 02 Februari 2014
ANAK ANJING
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 13 Desember 2013
Selasa, 10 Desember 2013
KISAH USAHA BERSAMA.
Sekitar bulan Mei 2013 ketemu menantu di rumah saudara di Panjalu Ciamis sama-sama bawa pickup, lalu memberi uang Rp.300.000,- :” Ini ada sekedar rejeki untuk bapa”.ucapnya. Hati ini terharu karena seumur-umur baru kali ini diberi uang oleh menantu yang katanya usahanya telah sukses.
Bercerita tentang kesuksesannya
di Bandung, yang katanya sering membawa pickup untuk belanja mebel ukir di
Jepara. Lalu mengajak usaha bersama diBandung, mobil bisa untuk angkut barang,
bisa disewakan, sehari Rp.250.000,- dari pada ngompreng, pulangnya malam,
sering kecapaian, apalagi sudah tua. Kalau di Bandung tinggal mengawasi,
pambelian barang, penjualan barang, suatu saat keluar mengantar barang.” Begitu
katanya, saya tidak mengiyakan hanya menjawab lain waktu bisa kita bicarakan.
Menurut ceritanya usahanya
telah sukses, maka pada 9 September 2013 tepat setelah menghadiri resepsi
pernikahan adik lelakinya, maka kami melanjutkan pembicaraan.
Istri saya ragu dan menolak
untuk dilanjutkan tapi saya tetap melanjutkan pembicaraan yang intinya setuju kerjasama
usaha di Bandung.
Karena dari kesepakatannya mobil dibawa dulu ke Bandung maka konsekwensinya segala biaya hidup orang tua dan kewajiban pembayaran listrik, ledeng, telepon dan listing ditanggung menantu, sebagai gantinya pendapatan mobil yang sehari-harinya untuk mencari nafkah, maka kunci kontak saya berikan untuk dimulainya kerjasama usaha.di Bandung. Padahal istri tetap melarang mobil dibawa ke Bandung.
Karena dari kesepakatannya mobil dibawa dulu ke Bandung maka konsekwensinya segala biaya hidup orang tua dan kewajiban pembayaran listrik, ledeng, telepon dan listing ditanggung menantu, sebagai gantinya pendapatan mobil yang sehari-harinya untuk mencari nafkah, maka kunci kontak saya berikan untuk dimulainya kerjasama usaha.di Bandung. Padahal istri tetap melarang mobil dibawa ke Bandung.
Pada 11 September 2013
saya ke Bandung untuk merealisasikan kesepakatan kerja sama usaha tersebut.
Sampai di Bandung
tampaknya sepi tidak ada pekerjaan yang dijanjikan, lalu dalam pikiran betulkah
usahanya telah sukses, betulkah mobil di Bandung untuk sarana usaha angkut
barang dan disewakan, kelihatannya suram mobilnya tidak ada, maka, dengan
perasaan amat kecewa kembali ke Purwokerto dengan meminta biaya hidup yang telah disepakati bersama
lalu saya diberi uang Rp.8.500.000,- (delapanjuta limaratusribu rupiah) yang Rp.1.500.000,-
(sejuta lima ratus ribu rupiah) menyusul ditransfer lewat rekening. Jadi
jumlahnya Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)
Mobil di Bandung harus
segera diambil karena ada pelanggan membutuhkan maka pada tgl 25 September 2013
saya informasikan bahwa mobil akan saya ambil, lalu anak saya mengatakan kalau
ambil mobil harus bawa uang Rp.10.000.000,- (sepuluhjuta rupiah), lalu saya
bertanya:” hitung-hitungannya untuk biaya hidup orang tua kewajiban pembyaran
listrik, ledeng dan listing seperti yang telah disepakati bersama selanjutnya bagaimana?
Lalu sebagai ganti mobil sehari-harinya untuk cari nafkah untuk menutup
kebetuhan saban hari,bagaimana? juga sebagai ganti yang katanya mobil perhari
disewa Rp.250.000,-. Jawaban dari menantu tagihan-tagihannya ditunda dulu, sampai
akhir bulan September. Sebagai orang tua percaya dan mengerti
mungkin belum ada uang.
Karena katanya untuk
mengambil mobil harus Rp.10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) sedangkan mobil saat
itu sangat dibutuhkan maka saya bersama sopir cadangan ke Bandung., dengan persiapan uang sejumlah
Rp.14.500.000,- dari istri saya yang dikirim melalui rekening, sambil memberikan
pesan bahwa:” uang ini jangan sampai berkurang sedikitpun, uang harus kembali utuh jika
mobil tidak bisa kebawa pulang.” saya hanya mengiyakan.
Sesampai di Bandung saya
memberikan kartu ATM kepada anak saya, supaya mengambil sendiri uang yang
diminta, yang penting mobil bisa kebawa. Kartu ATM saya berikan karena percaya
akan kejujuran anak saya seperti dulu sewaktu kuliah.
Setelah uang diterima,
menantu saya pergi mengambil mobilnya, dari pagi sampai malam, hingga pagi lagi
baru pulang tidak membawa mobil juga, dengan harap-harap cemas menunggu bersama
sopir cadangan sampai sehari semalam hampir tidak tidur yang pada akhirnya menantu
saya mengatakan jika mau ambil mobil harus tambah Rp.15.000.000,- lagi.
Bagai geledek disiang
bolong mendengar ucapan menantu saya itu, teman saya sopir cadangan
geleng-geleng kepala.
Ini ada rekayasa
kebohongan, rupanya ini menantu tidak jera-jera menipu lagi, dari awal pernikahan
dengan anak saya sampai sekarang sifatnya masih belum berubah, hanya membuat
masalah, dengan orang lain sampai masuk rumah tahanan, dengan saudara, dengan istri,
dengan mertua komplit sudah.
Oleh karena mobil memang
sedang dibutuhkan, dengan perasaan amat dongkol pada akhirnya sebagai gantinya
membawa mobil sewaan dari Bandung, yang nyetir sopir cadangan.
Sesampai dirumah membawa
mobil sewaan istri saya marah sekali, apalagi uangnya yang Rp.10.000.000,- (sepuluh
juta rupiah) sudah diserahkan, padahaal sudah diingatkan uang jangan sampai
berkurang sedikitpun, dan uang harus kembali jika mobil tidak dibawa pulang.
Kini giliran orang tua merasa ditipu padahal istri saya selama
ini sudah tidak percaya lagi dengan menantu yang satu ini, dengan cara halus,
yang katanya bekerjasamalah mobil di Bandung untuk angkut barang, untuk belanja
barang bersama ke Jepara, untuk disewakan sehari Rp. 250.000,- mengawasi keluar
masuk barang, atau mengantar barang daripada ngompreng capailah.” katanya.
Pada kenyataannya setelah di Bandung sangat kecewa, ada perasaan tertekan, karena nyata-nyata dibohongi, tidak ada pekerjaan disana seperti yang diomongkan, mobil digadaikan.., kebutuhan harian seharusnya dipenuhi ternyata hanya diberi uang Rp.100.000,- seminggu.
Setiap hari
seharusnya bekerja agar dapat uang sebagai ganti mobil yang digadaikan ternyata
tidak ada pekerjaan, padahal lagi senang-senangnya nyetir mobil untuk usaha, yang
akhirnya menjadi nganggur, sungguh kecewa dan geram dengan rekayasa kerjasama
usaha ini…,
Selama di Bandung hanya menunggu dapat pekerjaan, yang ternyata nganggur, sesekali menyewa mobil untuk mengantar barang ke pelanggan, malahan dimarahi gara-gara pesanannya kurang lengkap dan tidak tepat waktu.
Oh Ya Allah dosa apa saya ini, sampai mengalami permasalahan pelik
seperti ini, menantu menginjak-injak, merampas hak hidup, hak mencari nafkah, akibatnya
sampai sekarang masih nganggur…, padahal kebutuhan menuntut saban hari.., tega-teganya
menipu mertua demi membebaskan hutang-hutangnya, dengan cara mertua dijadikan
korban.
Sekali lagi aku katakan memutar balikkan fakta yang tujuannya untuk menjebloskan mertua kepenjara, agar dia terbebas dari hutang-hutangnya. Sedangkan kesepakatan yang dibicarakan pada resepsi pernikahan adiknya tgl 9 September 2013, hanya omong kosong, biaya hidup orang tua setiap harinya, tagihan kistrik, ledeng dan listing nol sama sekali tidak dibayar yang katanya tagihan-tagihan supaya ditunda dulu sampai akhir bulan September. Padahal tahu risikonya jika listing tidak bayar. Tagihan listrik, ledeng tidak dibayar. Sebagai mertua yang sudah tidak punya apa-apa mau berbuat apa terhadap manantu seperti ini, haruskah melapor ke Polisi?. Menghubungi anak sendiri saja aksesnya sulit karena hp dikuasai suaminya, sehingga putus hubungannya.
Inilah salah satu isi sms memutar balikan fakta yang ada di HP.
Dikirim:
28-Nov-2013
15:18:34
lebih baik laporan
resmi..anda yg
menggadekan..saya
saksi sdh banyak
disini ada 4 orang
saksi yg siap mem
bela saya..
Pengirim:
Muxxx
+628782504xxxx
Menantu kejam tampaknya sudah direncana sejak awal.., mobil mertua diincar untuk digadaikan. Dulu korbannya orang lain sampai masuk penjara.., modus operandinya sama pengalamannya diulang kembali…, kini yang menjadi korban mertuanya, kelakuannya masih belum berubah sejak awal pernikahan sampai sekarang masih suka menipu.
Tulisan ini bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya,
Purwokerto, 9 Desember 2013.
Kamis, 05 Desember 2013
APA YANG HARUS LAKUKAN MENGHADAPI PENIPU ULUNG.
Kenapa disampaikan secara terbuka :
- Aku membutuhkan komunikasi dengan anak perempuanku di Bandung tapi hp dikuasai suaminya
- Jika kirim surat lewat Pos tidak mungkin langsung diterima, jika lewat email juga tidak bisa langsung dibaca
- Karena masalah penipuan, dalam hal ini ada yang sangat dirugikan, akibatnya bisa ke jalur hukum
- Akses satu-satunya lewat FB terbuka, karena biasanya sering menbuka akunnya tujuannya agar pembaca bisa mengevaluasi siapa penipunya.
Pesan orang tua terhadap
anak.:
Sejak pernikahanmu sampai sekarang kurun waktunya kurang lebih
10 th. sudah punya anak dua.... keluarga dan saudara-saudaramu ….melihat perkembangan
rumah tanggamu dinilainya sangat memprihatinkan…., beberapa kasus perjalanan rumah
tanggamu dapat disimpulkan tidaklah semakin baik.., sudah empat kali
mengahadapi perceraian…, kamu berdua telah sepakat membuat perjanjian tertulis
diatas metere, orang tua sebagai saksi..,tetapi lagi-lagi selalu gagal.
Anak yang pertama sejak umur 6 bulan, diasuh orang tua…, pada ulang
tahunnya yang pertama kamu sebagai orangtuanya tidak menjenguknya, sedangkan
kamu berdua, belum berat tanggungannya tapi perselisihan sering terjadi, karena
tuntutan ekonomi yang selalu menekan setiap hari sedangkan suami kamu
pengeluarannya lebih besar dari pada pendapatannya, uang digunakan untuk hal
yang tidak berguna, minum-minuman keras, rokoknya bermerk, patut diduga masih berjudi,
karena sering pulang pagi, akibatnya untuk menutup kebutuhannya dengan cara
pinjam sana-sini jika pinjamannya membengkak lalu menipu, kalau sudah menipu ditinggal
pergi. Ingat saudara kamu yang di Bogor, akibat ditipu lalu ditinggal pergi
akan selalu mencari sampai akheratpun akan ditagih, jika tahu sekarang tinggal
di Bandung tentu akan mencarinya sampai ke Bandung.
Rumah tangga ribut melulu saat itu kamu pergi meninggalkan rumah,
lalu orang tua mencari solusi, untuk sementara ditempatkan dipondok pesantren,
suami kamu tidak diberitahu, tujuannya agar suami kamu bisa merubah kebiasaan
buruknya tetapi belum seminggu tahu-tahu sudah kembali bersatu, memang
benar-benar kamu berdua itu sering merepotkan orangtua.
Saat
itu anak yang kedua masih dalam kandungan 8 bulan, Masih
ingat ditempat kontrakan di Porka, setelah pindahan dari Karangnangka, kamu
mengadu kepada bapa melalui telpon pada tengah malam, kurang lebih jam 23.00 padahal
selama ini, kamu tidak pernah mengadu, menurut cerita kamu bahwa kamu diancam disiram
air panas, disundut rokoklah disertai kata-kata kasar padahal suasana bulan
puasa, dimana orang muslim sedang giat-giatnya menjalankan ibadah puasa memohon
ampunan dan menahan nafsu amarah, lalu bapa menyarankan, lebih baik pulanglah
orang tua menunggu dirumah nanti dijemput, lalu kamu menjawab :” tidak usah
dijemput, nanti naik taksi saja.” begitu katamu.
Pada kurang lebih pukul 03.00 dini hari mobil taksi berhenti tepat
didepan rumah, mamamu keluar menjemput kamu membantu membawakan tas masuk
kerumah. Sudah hampir seminggu dirumah orang tua dan sudah mengerti permasalahannya
sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa memang suami kamu itu bukan type orang
baik, temperamental, egois hanya mementingkan diri sendiri, tidak ingat anak istri, yang kata kamu juga main
perempuan, ada wanita idaman lain, minum, mabok, berjudi hal biasa. Padahal tanggungannya
masih belum berat masih berdua, anak kedua masih dalam kandungan. Sampai kapan
memperlakukan kamu sebagai istri yang bebas merdeka, kenapa kamu ikuti terus
suami macam itu. Kamu berhak berontak, berhak melapor mencari keadilan, agar
tidak diperlakukan semena-mena.
Kini giliran orang tua ditipu padahal mamamu sudah tidak percaya
lagi, dengan cara halus, yang katanya bekerjasamalah mobil di Bandung untuk
angkut barang, untuk kulakan barang bersama bapa di Jepara, atau untuk
disewakan sehari Rp. 250.000,-, Nanti kalau bapa sudah di Bandung juga disuruh
ngawasi keluar masuk barang, atau mengantar barang daripada ngompreng capailah
katanya.
Tapi kenyataannya kecewa berat, bapa di Bandung perasaannya
sangat tertekan, nyata-nyata dibohongi, tidak ada pekerjaan disana seperti yang
diomomgkan, mobil digadaikan kebutuhan harian seharusnya dipenuhi, setiap hari seharusnya
bekerja agar dapat uang sebagai ganti mobil yang untuk mencari nafkah digadaikan,
Oh Ya Allah dosa apa aku ini, sampai mengalami permasalahan seperti ini,
menantu menginjak-injak harkat, martabat sampai tega menipu mertua demi
membebaskan hutang-hutangnya, kuwalatlah kau menantuuuuu!!. Sekali lagi aku
katakan memutar balikkan fakta yang tujuannya untuk menjebloskan mertua kepenjara,
agar dia terbebas dari hutang-hutangnya.
Ini salah satu isi sms yang ada di HP.
Dikirim:
28-Nov-2013
15:18:34
lebih baik laporan
resmi..anda yg
menggadekan..saya
saksi sdh banyak
disini ada 4 orang
saksi yg siap mem
bela saya..
Pengirim:
Muxxx
+628782504xxxx
Menantu kejam tampaknya sudah direncana sejak awal, kelakuannya
masih belum berubah sejak awal pernikahan sampai sekarang masih suka melakukan
penipuan.
Kamu itu tanggungannya belum berat, anak-anak masih SD cobalah,
dihitung pengeluaran harian berapa? Bulanan berapa ? pendapatan yang pasti
darimana saja, berapa jumlahnya. Kalau tidak bisa nutup pengeluarannya dari
dulu hingga sekarang kamu akan tekor, akan selalu kekurangan, sedangkan suami
kamu kelakuannya masih begitu-begitu saja tinggalkanlah suami seperti itu.
Usaha yang modalnya kecil tapi untungnya bisa untuk menutup
kebutuhan harian selebihnya bisa disisihkan itu harus karena untuk bekal hari esok. Jangan mengharapkan modal 50
juta tapi bukan dari keringat sendiri, itu hanya hayalan yang tidak mungkin
terbukti kecuali dengan cara menipu atau mencuri. Camkan itu !!
“INGAT ANAKU
KONSEKWENSI MOBIL LISTING DIGADAIKAN CEPAT ATAU LAMBAT AKAN BERURSAN DENGAN
HUKUM, KASIHAN ANAK-ANAK YANG MASIH BUTUH ASUHAN. SUAMI KAMU DIINGATKAN JANGAN
SOMBONG, JANGAN PASANG BADAN, JANGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, KARENA SUAMI KAMU
MEMPUNYAI RIWAYAT YANG BURAM, JANGAN ORANG TUA/MERTUA YANG HIDUPNYA PAS-PASAN DIJADIKAN TUMBAL DARI KEBOHONGAN DAN
REKAYASA AGAR MERTUA MASUK PENJARA.”
ORANG
TUA NGANGGUR TIDAK PUNYA PENDAPATAN, MOBIL UNTUK CARI NAFKAH DIGADAIKAN,
ORANG
TUA YANG NGANGGUR SUPAYA MENANGGUNG BEBAN HARIAN DAN BULANAN SELAMA 4 BULAN INI
SUNGGUH LICIK DAN KEJAM SUAMI KAMU
TOLONG
KEMBALIKAN SEGERA MOBILNYA AGAR KEHIDUPAN ORANG TUA MENJADI NORMAL,
Ingat kata bijak: Salah satu bentuk penghormatan kepada Allah
adalah menghormati orang tua yang muslim (Abu Dawud)
Langganan:
Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
-
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah ...