Kamis, 05 Desember 2013

APA YANG HARUS LAKUKAN MENGHADAPI PENIPU ULUNG.





Kenapa disampaikan secara terbuka :

  • Aku membutuhkan komunikasi dengan anak perempuanku di Bandung tapi hp dikuasai suaminya
  • Jika kirim surat lewat Pos tidak mungkin langsung diterima, jika lewat email juga tidak bisa langsung dibaca
  • Karena masalah penipuan, dalam hal ini ada yang sangat dirugikan, akibatnya bisa ke jalur hukum
  • Akses satu-satunya lewat FB terbuka, karena biasanya sering menbuka akunnya tujuannya agar pembaca bisa mengevaluasi siapa penipunya.


Pesan orang tua terhadap anak.:
Sejak pernikahanmu sampai sekarang kurun waktunya kurang lebih 10 th. sudah punya anak dua.... keluarga dan saudara-saudaramu ….melihat perkembangan rumah tanggamu dinilainya sangat memprihatinkan…., beberapa kasus perjalanan rumah tanggamu dapat disimpulkan tidaklah semakin baik.., sudah empat kali mengahadapi perceraian…, kamu berdua telah sepakat membuat perjanjian tertulis diatas metere, orang tua sebagai saksi..,tetapi lagi-lagi selalu gagal.

Anak yang pertama sejak umur 6 bulan, diasuh orang tua…, pada ulang tahunnya yang pertama kamu sebagai orangtuanya tidak menjenguknya, sedangkan kamu berdua, belum berat tanggungannya tapi perselisihan sering terjadi, karena tuntutan ekonomi yang selalu menekan setiap hari sedangkan suami kamu pengeluarannya lebih besar dari pada pendapatannya, uang digunakan untuk hal yang tidak berguna, minum-minuman keras, rokoknya bermerk, patut diduga masih berjudi, karena sering pulang pagi, akibatnya untuk menutup kebutuhannya dengan cara pinjam sana-sini jika pinjamannya membengkak lalu menipu, kalau sudah menipu ditinggal pergi. Ingat saudara kamu yang di Bogor, akibat ditipu lalu ditinggal pergi akan selalu mencari sampai akheratpun akan ditagih, jika tahu sekarang tinggal di Bandung tentu akan mencarinya sampai ke Bandung.

Rumah tangga ribut melulu saat itu kamu pergi meninggalkan rumah, lalu orang tua mencari solusi, untuk sementara ditempatkan dipondok pesantren, suami kamu tidak diberitahu, tujuannya agar suami kamu bisa merubah kebiasaan buruknya tetapi belum seminggu tahu-tahu sudah kembali bersatu, memang benar-benar kamu berdua itu sering merepotkan orangtua. 

Saat itu anak yang kedua masih dalam kandungan 8 bulan, Masih ingat ditempat kontrakan di Porka, setelah pindahan dari Karangnangka, kamu mengadu kepada bapa melalui telpon pada tengah malam, kurang lebih jam 23.00 padahal selama ini, kamu tidak pernah mengadu, menurut cerita kamu bahwa kamu diancam disiram air panas, disundut rokoklah disertai kata-kata kasar padahal suasana bulan puasa, dimana orang muslim sedang giat-giatnya menjalankan ibadah puasa memohon ampunan dan menahan nafsu amarah, lalu bapa menyarankan, lebih baik pulanglah orang tua menunggu dirumah nanti dijemput, lalu kamu menjawab :” tidak usah dijemput, nanti naik taksi saja.” begitu katamu.

Pada kurang lebih pukul 03.00 dini hari mobil taksi berhenti tepat didepan rumah, mamamu keluar menjemput kamu membantu membawakan tas masuk kerumah. Sudah hampir seminggu dirumah orang tua dan sudah mengerti permasalahannya sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa memang suami kamu itu bukan type orang baik, temperamental, egois hanya mementingkan diri sendiri, tidak ingat  anak istri, yang kata kamu juga main perempuan, ada wanita idaman lain, minum, mabok, berjudi hal biasa. Padahal tanggungannya masih belum berat masih berdua, anak kedua masih dalam kandungan. Sampai kapan memperlakukan kamu sebagai istri yang bebas merdeka, kenapa kamu ikuti terus suami macam itu. Kamu berhak berontak, berhak melapor mencari keadilan, agar tidak diperlakukan semena-mena.

Kini giliran orang tua ditipu padahal mamamu sudah tidak percaya lagi, dengan cara halus, yang katanya bekerjasamalah mobil di Bandung untuk angkut barang, untuk kulakan barang bersama bapa di Jepara, atau untuk disewakan sehari Rp. 250.000,-, Nanti kalau bapa sudah di Bandung juga disuruh ngawasi keluar masuk barang, atau mengantar barang daripada ngompreng capailah katanya.

Tapi kenyataannya kecewa berat, bapa di Bandung perasaannya sangat tertekan, nyata-nyata dibohongi, tidak ada pekerjaan disana seperti yang diomomgkan, mobil digadaikan kebutuhan harian seharusnya dipenuhi, setiap hari seharusnya bekerja agar dapat uang sebagai ganti mobil yang untuk mencari nafkah digadaikan, Oh Ya Allah dosa apa aku ini, sampai mengalami permasalahan seperti ini, menantu menginjak-injak harkat, martabat sampai tega menipu mertua demi membebaskan hutang-hutangnya, kuwalatlah kau menantuuuuu!!. Sekali lagi aku katakan memutar balikkan fakta yang tujuannya untuk menjebloskan mertua kepenjara, agar dia terbebas dari hutang-hutangnya.
Ini salah satu isi sms yang ada di HP.
Dikirim:
28-Nov-2013
15:18:34
lebih baik laporan
resmi..anda yg
menggadekan..saya
saksi sdh banyak
disini ada 4 orang
saksi yg siap mem
bela saya..
Pengirim:
Muxxx
+628782504xxxx
Menantu kejam tampaknya sudah direncana sejak awal, kelakuannya masih belum berubah sejak awal pernikahan sampai sekarang masih suka melakukan penipuan.

Kamu itu tanggungannya belum berat, anak-anak masih SD cobalah, dihitung pengeluaran harian berapa? Bulanan berapa ? pendapatan yang pasti darimana saja, berapa jumlahnya. Kalau tidak bisa nutup pengeluarannya dari dulu hingga sekarang kamu akan tekor, akan selalu kekurangan, sedangkan suami kamu kelakuannya masih begitu-begitu saja tinggalkanlah suami seperti itu.   

Usaha yang modalnya kecil tapi untungnya bisa untuk menutup kebutuhan harian selebihnya bisa disisihkan itu harus karena untuk bekal hari esok. Jangan mengharapkan modal 50 juta tapi bukan dari keringat sendiri, itu hanya hayalan yang tidak mungkin terbukti kecuali dengan cara menipu atau mencuri. Camkan itu !!

“INGAT ANAKU KONSEKWENSI MOBIL LISTING DIGADAIKAN CEPAT ATAU LAMBAT AKAN BERURSAN DENGAN HUKUM, KASIHAN ANAK-ANAK YANG MASIH BUTUH ASUHAN. SUAMI KAMU DIINGATKAN JANGAN SOMBONG, JANGAN PASANG BADAN, JANGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, KARENA SUAMI KAMU MEMPUNYAI RIWAYAT YANG BURAM, JANGAN ORANG TUA/MERTUA YANG HIDUPNYA PAS-PASAN  DIJADIKAN TUMBAL DARI KEBOHONGAN DAN REKAYASA AGAR MERTUA MASUK PENJARA.”
ORANG TUA NGANGGUR TIDAK PUNYA PENDAPATAN, MOBIL UNTUK CARI NAFKAH DIGADAIKAN,
ORANG TUA YANG NGANGGUR SUPAYA MENANGGUNG BEBAN HARIAN DAN BULANAN SELAMA 4 BULAN INI SUNGGUH LICIK DAN KEJAM SUAMI KAMU
TOLONG KEMBALIKAN SEGERA MOBILNYA AGAR KEHIDUPAN ORANG TUA MENJADI NORMAL,
Ingat kata bijak: Salah satu bentuk penghormatan kepada Allah adalah menghormati orang tua yang muslim (Abu Dawud)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar