Kenapa disampaikan secara terbuka :
- Aku membutuhkan komunikasi dengan anak perempuanku di Bandung tapi hp dikuasai suaminya
- Jika kirim surat lewat Pos tidak mungkin langsung diterima, jika lewat email juga tidak bisa langsung dibaca
- Karena masalah penipuan, dalam hal ini ada yang sangat dirugikan, akibatnya bisa ke jalur hukum
- Akses satu-satunya lewat FB terbuka, karena biasanya sering menbuka akunnya tujuannya agar pembaca bisa mengevaluasi siapa penipunya.
Pesan orang tua terhadap
anak.:
Sejak pernikahanmu sampai sekarang kurun waktunya kurang lebih
10 th. sudah punya anak dua.... keluarga dan saudara-saudaramu ….melihat perkembangan
rumah tanggamu dinilainya sangat memprihatinkan…., beberapa kasus perjalanan rumah
tanggamu dapat disimpulkan tidaklah semakin baik.., sudah empat kali
mengahadapi perceraian…, kamu berdua telah sepakat membuat perjanjian tertulis
diatas metere, orang tua sebagai saksi..,tetapi lagi-lagi selalu gagal.
Anak yang pertama sejak umur 6 bulan, diasuh orang tua…, pada ulang
tahunnya yang pertama kamu sebagai orangtuanya tidak menjenguknya, sedangkan
kamu berdua, belum berat tanggungannya tapi perselisihan sering terjadi, karena
tuntutan ekonomi yang selalu menekan setiap hari sedangkan suami kamu
pengeluarannya lebih besar dari pada pendapatannya, uang digunakan untuk hal
yang tidak berguna, minum-minuman keras, rokoknya bermerk, patut diduga masih berjudi,
karena sering pulang pagi, akibatnya untuk menutup kebutuhannya dengan cara
pinjam sana-sini jika pinjamannya membengkak lalu menipu, kalau sudah menipu ditinggal
pergi. Ingat saudara kamu yang di Bogor, akibat ditipu lalu ditinggal pergi
akan selalu mencari sampai akheratpun akan ditagih, jika tahu sekarang tinggal
di Bandung tentu akan mencarinya sampai ke Bandung.
Rumah tangga ribut melulu saat itu kamu pergi meninggalkan rumah,
lalu orang tua mencari solusi, untuk sementara ditempatkan dipondok pesantren,
suami kamu tidak diberitahu, tujuannya agar suami kamu bisa merubah kebiasaan
buruknya tetapi belum seminggu tahu-tahu sudah kembali bersatu, memang
benar-benar kamu berdua itu sering merepotkan orangtua.
Saat
itu anak yang kedua masih dalam kandungan 8 bulan, Masih
ingat ditempat kontrakan di Porka, setelah pindahan dari Karangnangka, kamu
mengadu kepada bapa melalui telpon pada tengah malam, kurang lebih jam 23.00 padahal
selama ini, kamu tidak pernah mengadu, menurut cerita kamu bahwa kamu diancam disiram
air panas, disundut rokoklah disertai kata-kata kasar padahal suasana bulan
puasa, dimana orang muslim sedang giat-giatnya menjalankan ibadah puasa memohon
ampunan dan menahan nafsu amarah, lalu bapa menyarankan, lebih baik pulanglah
orang tua menunggu dirumah nanti dijemput, lalu kamu menjawab :” tidak usah
dijemput, nanti naik taksi saja.” begitu katamu.
Pada kurang lebih pukul 03.00 dini hari mobil taksi berhenti tepat
didepan rumah, mamamu keluar menjemput kamu membantu membawakan tas masuk
kerumah. Sudah hampir seminggu dirumah orang tua dan sudah mengerti permasalahannya
sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa memang suami kamu itu bukan type orang
baik, temperamental, egois hanya mementingkan diri sendiri, tidak ingat anak istri, yang kata kamu juga main
perempuan, ada wanita idaman lain, minum, mabok, berjudi hal biasa. Padahal tanggungannya
masih belum berat masih berdua, anak kedua masih dalam kandungan. Sampai kapan
memperlakukan kamu sebagai istri yang bebas merdeka, kenapa kamu ikuti terus
suami macam itu. Kamu berhak berontak, berhak melapor mencari keadilan, agar
tidak diperlakukan semena-mena.
Kini giliran orang tua ditipu padahal mamamu sudah tidak percaya
lagi, dengan cara halus, yang katanya bekerjasamalah mobil di Bandung untuk
angkut barang, untuk kulakan barang bersama bapa di Jepara, atau untuk
disewakan sehari Rp. 250.000,-, Nanti kalau bapa sudah di Bandung juga disuruh
ngawasi keluar masuk barang, atau mengantar barang daripada ngompreng capailah
katanya.
Tapi kenyataannya kecewa berat, bapa di Bandung perasaannya
sangat tertekan, nyata-nyata dibohongi, tidak ada pekerjaan disana seperti yang
diomomgkan, mobil digadaikan kebutuhan harian seharusnya dipenuhi, setiap hari seharusnya
bekerja agar dapat uang sebagai ganti mobil yang untuk mencari nafkah digadaikan,
Oh Ya Allah dosa apa aku ini, sampai mengalami permasalahan seperti ini,
menantu menginjak-injak harkat, martabat sampai tega menipu mertua demi
membebaskan hutang-hutangnya, kuwalatlah kau menantuuuuu!!. Sekali lagi aku
katakan memutar balikkan fakta yang tujuannya untuk menjebloskan mertua kepenjara,
agar dia terbebas dari hutang-hutangnya.
Ini salah satu isi sms yang ada di HP.
Dikirim:
28-Nov-2013
15:18:34
lebih baik laporan
resmi..anda yg
menggadekan..saya
saksi sdh banyak
disini ada 4 orang
saksi yg siap mem
bela saya..
Pengirim:
Muxxx
+628782504xxxx
Menantu kejam tampaknya sudah direncana sejak awal, kelakuannya
masih belum berubah sejak awal pernikahan sampai sekarang masih suka melakukan
penipuan.
Kamu itu tanggungannya belum berat, anak-anak masih SD cobalah,
dihitung pengeluaran harian berapa? Bulanan berapa ? pendapatan yang pasti
darimana saja, berapa jumlahnya. Kalau tidak bisa nutup pengeluarannya dari
dulu hingga sekarang kamu akan tekor, akan selalu kekurangan, sedangkan suami
kamu kelakuannya masih begitu-begitu saja tinggalkanlah suami seperti itu.
Usaha yang modalnya kecil tapi untungnya bisa untuk menutup
kebutuhan harian selebihnya bisa disisihkan itu harus karena untuk bekal hari esok. Jangan mengharapkan modal 50
juta tapi bukan dari keringat sendiri, itu hanya hayalan yang tidak mungkin
terbukti kecuali dengan cara menipu atau mencuri. Camkan itu !!
“INGAT ANAKU
KONSEKWENSI MOBIL LISTING DIGADAIKAN CEPAT ATAU LAMBAT AKAN BERURSAN DENGAN
HUKUM, KASIHAN ANAK-ANAK YANG MASIH BUTUH ASUHAN. SUAMI KAMU DIINGATKAN JANGAN
SOMBONG, JANGAN PASANG BADAN, JANGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, KARENA SUAMI KAMU
MEMPUNYAI RIWAYAT YANG BURAM, JANGAN ORANG TUA/MERTUA YANG HIDUPNYA PAS-PASAN DIJADIKAN TUMBAL DARI KEBOHONGAN DAN
REKAYASA AGAR MERTUA MASUK PENJARA.”
ORANG
TUA NGANGGUR TIDAK PUNYA PENDAPATAN, MOBIL UNTUK CARI NAFKAH DIGADAIKAN,
ORANG
TUA YANG NGANGGUR SUPAYA MENANGGUNG BEBAN HARIAN DAN BULANAN SELAMA 4 BULAN INI
SUNGGUH LICIK DAN KEJAM SUAMI KAMU
TOLONG
KEMBALIKAN SEGERA MOBILNYA AGAR KEHIDUPAN ORANG TUA MENJADI NORMAL,
Ingat kata bijak: Salah satu bentuk penghormatan kepada Allah
adalah menghormati orang tua yang muslim (Abu Dawud)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar