Sabtu, 30 November 2013

TERASA DIIRIS-IRIS DADA INI


Sebelum menikah orang tua menilai calon suami kamu orang yang baik, jujur, sopan apalagi sudah bekerja di toko.., dan katanya mau buka toko sendiri sudah punya gudang untuk finishing, apalagi pernah sekelas dulu waktu di SMA. Dengan pertimbangan itu maka bapa dan mamamu sebagai orang tua merestui.

Pernikahan kamu dibekali materi walau tidak seberapa, sebagai awal untuk kelengkapan berumah tangga memberi isi….., bukan berarati orang tua membeberkan materi yg sudah diberikan…, dan bukan pula berarti tidak ikhlas…, tapi untuk pembelajaran bahwa ternyata mendapatkan materi itu susah…, kecuali didapat dari hasil korupsi …, maksudnya agar berhemat, sebagai orang swasta yang pendapatannya berspekulasi dari keuntungan bernjualan atau mungkin dari usaha jasa lainnya…,  pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan…, maka hidupnya akan susah.

Mengamati pengeluaran yang besar rumah tangga kamu, ternyata dari suami kamu.., awalnya bapa percaya suami kamu orang baik, waktu itu th, 2004 kamu baru mempunyai anak satu…, kontrak rumah di Karangnangka suami kamu sering kali datang kekantor hanya untuk pinjam duit…, awalnya pinjam 1 juta, dua hari kemudian pinjam 1,5 juta, setelah bebrapa hari uang dikembalikan, tiga hari kemudian datang lagi…, pinjam duit 1,5 juta lagi…, bapa pikir karena dia pekerja swasta barangkali saja untuk tambahan modal…, teruuus ketagihan seminggu dua kali datang kekantor, lama-lama pinjaman tidak lagi dikembalikan. Tidak habis pikir…, maka bapa ingin mencari tahu lalu menanyakan kepada kamu bahwa suami kamu sering pinjam duit kepada bapa dikantor untuk apa?.., terrnyata kamu mengatakan tidak tahu, berarti dia kepada kamu tidak terus terang, maka bapa mulai curiga.

Saat kamu kontrak rumah di Karangnangka, mendengar kabar bahwa ada perselisihan dengan suami kamu,  sebagai orang tua menganggap hal itu biasa, berjalan kurang lebih 1 tahun, orang tua mendengar kabar lagi bahwa mau pindah kontrak ketempat lain, kabarnya kontrakannya tidak dibayar, semua barang-barang pemberian orang tua ludes satu persatu dijual dalam kurun waktu selama kontrak, kondisi kamu tambah kurus, informasianya sudah beberapa bulan tidak diberi nafkah, bapa menangis terasa diiris-iris sakit dada ini, atas perlakuan suami kamu, tetapi kamu tetap tegar tidak pernah mengeluh dihadapan orang tua selalu basa-basi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, kamu hebat dizolimi tetap saja setia.

Pada suatu hari ada dua orang datang kerumah sambil membawa surat pernyataan diberikan kepada bapa yang isinnya, tagihan uang 20 juta…, tandatangan surat pernyataan atas nama kamu, dengan alasan mengembalikannya dari hasil penjualan rumah…, spontan bapa terkejut karena waktu itu tidak ada rencana menjual rumah, bapa menangis lagi-lagi terasa diiris-iris dada ini…, kasus ini, informasinya suami kamu telah menggadaikan mobil orang. Dan lagi-lagi kamulah yang dijadikan korban untuk tameng perilaku suami kamu untuk menagih kepada bapa sejumlah 20 juta, sungguh gila suami kamu itu. Akhirnya menjadi urusan polisi dan suami kamu dimasukan penjara.

Keluar dari penjara diam-diam pergi ke luar Jawa, menghindari orang-orang yang masih punya urusan dengan dirinya, dan kamu tetap setia mengikuti walaupun dalam keadaan susah padahal  masa depan kamu masih suram, mau bekerja apa karena belum pengalaman diluar Jawa. Diluar Jawa kabarnya kamu bekerja disebuah pabrik, suami kamu ngurusi anak dirumah. rupanya ada perselisihan lagi dengan suami kamu, Menurut critamu ada karyawan pabrik atasan kamu yang statusnya sudah duda, menaruh hati kepada kamu suami kamu tahu lalu cemburu. Karyawan pabrik tersebut kamu perkenalkan kepada kami sebagai orang tua,melalui telpon dan memang ada minat untuk menikahi kamu, tentu saja orang tua menyemangati untuk membuka lembaran baru dengan suasana baru agar kamu tidak lagi dikuasai suami laknat.

Perselisihan tambah tegang, akhirnya kamu pulang ke Jawa kerumah oratua untuk merencanakan kedepan spakat membuat penyataan tertulis diatas metere disaksikan para orang tua dari kedua belah pihak. Dan selanjutnya setelah perceraian rencananya kamu akan nikah dengan karyawan pabrik tersebut.
Setelah pernyataan tertulis disepakati ditempat orangtua suami kamu, dan para saksi telah menandatangani, maka selesailah pernyataan itu, para orang tua memberikan arahan-arahan…, Suami kamu kemarahannya semakin  memuncak dengan nada tinggi dan kasar pada intinya cemburu kepada kamu, setelah itu kami sebagai orangtua pihak perempuan meminta surat pernyataannya untuk dicopy, tetapi tidak boleh…, alasannya mau dicopykan, kami tetap percaya saja, dan kemudian kami mengajak kamu pulang, tetapi dihalangi…, Kami sebagai orang tua pihak perempuan menjadi bingung kenapa masih saja dipertahankan. akhirnya kamu menginap dirumah mertua kamu.dan kumpul lagi sebagai suami istri, padahal sudah membuat pernyataan cerai dengan demikian mengabaikan aturan agama antara yang hak dan yang bathil.

Setelah kumpul kembali lalu mencari pekerjaan di Bogor, dengan dibantu saudara yang sudah duluan di Bogor, dan kontrak rumah disana, usaha suami kamu rupanya malang melintang disana tidak sukses, hanya sekedar demi kelangsungan hidup saja, Pernah malam-malam bapa dikejutkan, suara hp dari suami kamu yang katanya sedang mabok minuman dari Bogor, bapa dikata-katai tidak pantas, tidak sopan. Kepada orang tua hanya memanggil namanya saja, intinya menginformasikan bahwa kamu sebagai istrinya hanya untuk dijadikan mainan. Bapa bingung memikirkan menantu sepert ini. Di Bogorpun membuat masalah lagi dengan saudara yang duluan diBogor,dan saudara yang di Bogor meminta ganti rugi kepada bapa. Memang keterlauan suami kamu selalu membuat masalah yang sangat merugikan.
Untuk menghindari masalah dengan saudara yang di Bogor lalu pergi mencari nafkah di Bandung, saudara kamu yang ada diBogor mencari-cari suami kamu terus supaya segera menyelesaikan permasalahannya dan sampai sekrang tidak tahu bahwa suami kamu ada di Bandung.

Memang licik terhadap mertua juga tega, sejak bapa listing mobil pickup, berbaik hati dengan bapa, dan bercerita bahwa usahanya di Bandung sukses, sering membawa pickup untuk kulakan di Jepara katanya. Ketemu di Ciamis sama-sama bawa pickup, lalu memberi uang kepada bapa 300 ribu, :” Ini ada sekedar rejeki untuk bapa”.ucapnya kepada bapa, hati ini terharu karena seumur-umur baru kali ini diberi uang oleh menantu yang katanya usahanya telah sukses ini. Pada suatu hari mengajak kerjasama sama bapa, katanya bapa diBandung saja, nanti mobilnya di Bandung bisa untuk angkut barang, bisa disewakan, sehari 250 ribu dari pada ngompreng, pulangnya malam, sering kecapaian, sudah tua lagi katanya. Di Bandung bapa tinggal mengawasi, pambelian barang, penjualan barang, suatu saat keluar mengantar barang.

Wah enak betul ini bapa jadi tertarik dengan kata-katanya itu, maka pada 9 September 2013 mobil dibawa menantu ke Bandung konsekwensinya jika mobil diBandung segala biaya hidup orang tua dan kewajiban pembayaran listrik, ledeng, telepon dan listing harus ditanggung, karena mobil sebagai sarana untuk mencari nafkah sehari-hari. 
Pada 11 september bapa ke Bandung untuk membantu pekerjaan disana, setelah di Bandung tampaknya sepi tidak ada pekerjaan yang dijanjikan, lalu dalam pikiran betulkah mobil di Bandung untuk sarana usaha angkut barang dan disewakan, kelihatannya suram maka bapa pulang sambil meminta uang untuk biaya hidup dan diberi uang 8 juta 5 ratus ribu rupiah yang 1 juta 5 ratus ribu menyusul ditrnsfer lewat rekening. 
Oleh karena mobil harus segera dibawa pulang karena ada pelanggan yang membutuhkan maka pada tgl 25 September bapa menanyakan mobilnya mau diambil, bapa harus bawa uang berapa, kamu menjawab :”10 juta yang 3 juta pinjam untuk keperluan lain,” lho terus untuk biaya hidup orang tua dan kewajiban pembyaran listrik, ledeng dan listing bagaimana? 
Ini sudah miss,… sementara bapa kesampingkan masalah ini, oleh karena mobil lagi segera dibutuhkan maka bapa bersama sopir cadangan tetap ke Bandung bapa memberikan kartu ATM kepada kamu supaya mengambil sendiri uang yang diminta yang penting mobil bisa kebawa. karena bapa percaya akan kejujuran kamu anak bapa seperti dulu sewaktu kuliah. Setelah uang diterima, menantu saya keluar untuk mengambil mobilnya, dari pagi sampai malam tidak pulang mobil juga tidak kebawa, yang pada akhirnya mengatakan jika mau ambil mobil harus tambah 15 juta lagi, bagai geledek disiang bolong mendengar ucapan menantu saya itu, ini ada rekayasa kebohongan lagi, rupanya ini menantu tidak jera-jera, menipu lagi, dari awal cerita smpai akhir hanya membuat masalah, dengan orang lain sampai masuk penjara, dengan saudara, dengan istri, dengan mertua komplit sudah. Oleh karena memang sedang membutuhkan mobil, dengan perasaan yang amat dongkol pada akhirnya sebagai gantinya membawa mobil sewaan dari Bandung.

Sejak pernikahanmu sampai dengan sekarang kurun waktunya kurang lebih 10 th. sudah punya dua anak.... seluruh keluarga dan saudara2 ….melihat prkembangan rumah tanggamu sangat memprihatinkan…., melihat beberapa kasus maupun peristiwa selama dalam menjalin rumah tangga dapat disimpulan tidaklah semakin baik.., sudah empat kali mengahadapi perceraian…, kamu berdua telah sepakat membuat perjanjian tertulis diatas metere, orang tua sebagai saksi..,
Suami kamu itu tepatnya sebagai pegawai yg korupsi, bisa foya-foya menghamburkan uang…, untuk menafkahi keluarga tidaklah susah, pandapatan setiap bulannya bisa diharapkan,…, Jaman bapa masih dinas, perilaku korupsi, tidak jujur, mark’up uang hal biasa, malahan terang2 an sehingga pegawai yang melaporpun tidak ada tidak lanjutnya, yang jujur ancur…, malahan dipinggirkan karena tdk mengikuti arus. 
Sekali lagi bukan berarti orangtua membeberkan materi yang sudah diberikan…, tetapi untuk mengingatkan bahwa mencari nafkah itu susah.., sebagai awal untuk kelengkapan rumah tangga…, orang tua membelikan kulkas baru…, dari toko.., speda motor semasa kamu kuliah.., dipan ukir…, TV.., Tape recorder…, belum lagi bekal dari mertua kamu.., itu semua sudah cukup untuk awal mula melangkah kehidupan berumah tangga…, agar bermartabat, agar punya gengsi, dihargai orang lain.

“INGAT ANAKU KONSEKWENSI MOBIL LISTING DIGADAIKAN CEPAT ATAU LAMBAT AKAN BERURSAN DENGAN HUKUM, KASIHAN ANAK-ANAK YANG MASIH BUTUH ASUHAN. SUAMI KAMU DIINGATKAN JANGAN SOMBONG, JANGAN PASANG BADAN, JANGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, KARENA SUAMI KAMU MEMPUNYAI RIWAYAT YANG BURAM, JANGAN ORANG TUA/MERTUA YANG HIDUPNYA PAS-PASAN  DIJADIKAN TUMBAL DARI KEBOHONGAN DAN REKAYASA AGAR MERTUA MASUK PENJARA.”
ORANG TUA NGANGGUR TIDAK PUNYA PENDAPATAN, MOBIL UNTUK CARI NAFKAH DIGADAIKAN SUAMI KAMU,
ORANG TUA YANG NGANGGUR SUPAYA MENANGGUNG BEBAN HARIAN DAN BULANAN SELAMA 4 BULAN INI SUNGGUH LICIK DAN KEJAM SUAMI KAMU
TOLONG KEMBALIKAN SEGERA AGAR KEHIDUPAN ORANG TUA MENJADI NORMAL.

Ingat kata bijak: Salah satu bentuk penghormatan kepada Allah adalah menghormati orang tua yang muslim (Abu Dawud)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar