Sebelum menikah orang tua menilai calon suami kamu orang yang baik, jujur, sopan apalagi sudah bekerja di toko.., dan katanya mau buka toko sendiri sudah punya gudang untuk finishing, apalagi pernah sekelas dulu waktu di SMA. Dengan pertimbangan itu maka bapa dan mamamu sebagai orang tua merestui.
Mengamati pengeluaran
yang besar rumah tangga kamu, ternyata dari suami kamu.., awalnya bapa percaya
suami kamu orang baik, waktu itu th, 2004 kamu baru mempunyai anak satu…,
kontrak rumah di Karangnangka suami kamu sering kali datang kekantor hanya
untuk pinjam duit…, awalnya pinjam 1 juta, dua hari kemudian pinjam 1,5 juta,
setelah bebrapa hari uang dikembalikan, tiga hari kemudian datang lagi…, pinjam
duit 1,5 juta lagi…, bapa pikir karena dia pekerja swasta barangkali saja untuk
tambahan modal…, teruuus ketagihan seminggu dua kali datang kekantor, lama-lama
pinjaman tidak lagi dikembalikan. Tidak habis pikir…, maka bapa ingin mencari
tahu lalu menanyakan kepada kamu bahwa suami kamu sering pinjam duit kepada
bapa dikantor untuk apa?.., terrnyata kamu mengatakan tidak tahu, berarti dia
kepada kamu tidak terus terang, maka bapa mulai curiga.
Saat kamu
kontrak rumah di Karangnangka, mendengar kabar bahwa ada perselisihan dengan
suami kamu, sebagai orang tua menganggap
hal itu biasa, berjalan kurang lebih 1 tahun, orang tua mendengar kabar lagi bahwa
mau pindah kontrak ketempat lain, kabarnya kontrakannya tidak dibayar, semua
barang-barang pemberian orang tua ludes satu persatu dijual dalam kurun waktu
selama kontrak, kondisi kamu tambah kurus, informasianya sudah beberapa bulan
tidak diberi nafkah, bapa menangis terasa diiris-iris sakit dada ini, atas
perlakuan suami kamu, tetapi kamu tetap tegar tidak pernah mengeluh dihadapan orang
tua selalu basa-basi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, kamu hebat dizolimi
tetap saja setia.
Pada suatu
hari ada dua orang datang kerumah sambil membawa surat pernyataan diberikan
kepada bapa yang isinnya, tagihan uang 20 juta…, tandatangan surat pernyataan
atas nama kamu, dengan alasan mengembalikannya dari hasil penjualan rumah…, spontan
bapa terkejut karena waktu itu tidak ada rencana menjual rumah, bapa menangis lagi-lagi
terasa diiris-iris dada ini…, kasus ini, informasinya suami kamu telah
menggadaikan mobil orang. Dan lagi-lagi kamulah yang dijadikan korban untuk
tameng perilaku suami kamu untuk menagih kepada bapa sejumlah 20 juta, sungguh
gila suami kamu itu. Akhirnya menjadi urusan polisi dan suami kamu dimasukan
penjara.
Keluar dari
penjara diam-diam pergi ke luar Jawa, menghindari orang-orang yang masih punya
urusan dengan dirinya, dan kamu tetap setia mengikuti walaupun dalam keadaan
susah padahal masa depan kamu masih suram,
mau bekerja apa karena belum pengalaman diluar Jawa. Diluar Jawa kabarnya kamu
bekerja disebuah pabrik, suami kamu ngurusi anak dirumah. rupanya ada
perselisihan lagi dengan suami kamu, Menurut critamu ada karyawan pabrik atasan
kamu yang statusnya sudah duda, menaruh hati kepada kamu suami kamu tahu lalu
cemburu. Karyawan pabrik tersebut kamu perkenalkan kepada kami sebagai orang
tua,melalui telpon dan memang ada minat untuk menikahi kamu, tentu saja orang
tua menyemangati untuk membuka lembaran baru dengan suasana baru agar kamu
tidak lagi dikuasai suami laknat.
Perselisihan tambah
tegang, akhirnya kamu pulang ke Jawa kerumah oratua untuk merencanakan kedepan
spakat membuat penyataan tertulis diatas metere disaksikan para orang tua dari kedua
belah pihak. Dan selanjutnya setelah perceraian rencananya kamu akan nikah dengan
karyawan pabrik tersebut.
Setelah
pernyataan tertulis disepakati ditempat orangtua suami kamu, dan para saksi
telah menandatangani, maka selesailah pernyataan itu, para orang tua memberikan
arahan-arahan…, Suami kamu kemarahannya semakin memuncak dengan nada tinggi dan kasar pada
intinya cemburu kepada kamu, setelah itu kami sebagai orangtua pihak perempuan
meminta surat pernyataannya untuk dicopy, tetapi tidak boleh…, alasannya mau
dicopykan, kami tetap percaya saja, dan kemudian kami mengajak kamu pulang, tetapi
dihalangi…, Kami sebagai orang tua pihak perempuan menjadi bingung kenapa masih
saja dipertahankan. akhirnya kamu menginap dirumah mertua kamu.dan kumpul lagi
sebagai suami istri, padahal sudah membuat pernyataan cerai dengan demikian
mengabaikan aturan agama antara yang hak dan yang bathil.
Setelah
kumpul kembali lalu mencari pekerjaan di Bogor, dengan dibantu saudara yang
sudah duluan di Bogor, dan kontrak rumah disana, usaha suami kamu rupanya
malang melintang disana tidak sukses, hanya sekedar demi kelangsungan hidup
saja, Pernah malam-malam bapa dikejutkan, suara hp dari suami kamu yang katanya
sedang mabok minuman dari Bogor, bapa dikata-katai tidak pantas, tidak sopan. Kepada
orang tua hanya memanggil namanya saja, intinya menginformasikan bahwa kamu sebagai
istrinya hanya untuk dijadikan mainan. Bapa bingung memikirkan menantu sepert
ini. Di Bogorpun membuat masalah lagi dengan saudara yang duluan diBogor,dan
saudara yang di Bogor meminta ganti rugi kepada bapa. Memang keterlauan suami
kamu selalu membuat masalah yang sangat merugikan.
Untuk
menghindari masalah dengan saudara yang di Bogor lalu pergi mencari nafkah di
Bandung, saudara kamu yang ada diBogor mencari-cari suami kamu terus supaya segera
menyelesaikan permasalahannya dan sampai sekrang tidak tahu bahwa suami kamu ada
di Bandung.
Memang licik
terhadap mertua juga tega, sejak bapa listing mobil pickup, berbaik hati dengan
bapa, dan bercerita bahwa usahanya di Bandung sukses, sering membawa pickup untuk
kulakan di Jepara katanya. Ketemu di Ciamis sama-sama bawa pickup, lalu memberi
uang kepada bapa 300 ribu, :” Ini ada sekedar rejeki untuk bapa”.ucapnya kepada
bapa, hati ini terharu karena seumur-umur baru kali ini diberi uang oleh
menantu yang katanya usahanya telah sukses ini. Pada suatu hari mengajak
kerjasama sama bapa, katanya bapa diBandung saja, nanti mobilnya di Bandung bisa
untuk angkut barang, bisa disewakan, sehari 250 ribu dari pada ngompreng,
pulangnya malam, sering kecapaian, sudah tua lagi katanya. Di Bandung bapa
tinggal mengawasi, pambelian barang, penjualan barang, suatu saat keluar mengantar
barang.
Wah enak
betul ini bapa jadi tertarik dengan kata-katanya itu, maka pada 9 September
2013 mobil dibawa menantu ke Bandung konsekwensinya jika mobil diBandung segala
biaya hidup orang tua dan kewajiban pembayaran listrik, ledeng, telepon dan listing harus
ditanggung, karena mobil sebagai sarana untuk mencari nafkah sehari-hari.
Pada
11 september bapa ke Bandung untuk membantu pekerjaan disana, setelah di
Bandung tampaknya sepi tidak ada pekerjaan yang dijanjikan, lalu dalam pikiran
betulkah mobil di Bandung untuk sarana usaha angkut barang dan disewakan,
kelihatannya suram maka bapa pulang sambil meminta uang untuk biaya hidup dan
diberi uang 8 juta 5 ratus ribu rupiah yang 1 juta 5 ratus ribu menyusul ditrnsfer
lewat rekening.
Oleh karena mobil harus segera dibawa pulang karena ada
pelanggan yang membutuhkan maka pada tgl 25 September bapa menanyakan mobilnya
mau diambil, bapa harus bawa uang berapa, kamu menjawab :”10 juta yang 3 juta
pinjam untuk keperluan lain,” lho terus untuk biaya hidup orang tua dan kewajiban
pembyaran listrik, ledeng dan listing bagaimana?
Ini sudah miss,… sementara bapa kesampingkan masalah ini, oleh karena
mobil lagi segera dibutuhkan maka bapa bersama sopir cadangan tetap ke Bandung bapa
memberikan kartu ATM kepada kamu supaya mengambil sendiri uang yang diminta
yang penting mobil bisa kebawa. karena bapa percaya akan kejujuran kamu anak bapa seperti dulu sewaktu kuliah.
Setelah uang diterima, menantu saya keluar untuk mengambil mobilnya, dari pagi
sampai malam tidak pulang mobil juga tidak kebawa, yang pada akhirnya mengatakan jika
mau ambil mobil harus tambah 15 juta lagi, bagai geledek disiang bolong mendengar
ucapan menantu saya itu, ini ada rekayasa kebohongan lagi, rupanya ini menantu
tidak jera-jera, menipu lagi, dari awal cerita smpai akhir hanya membuat
masalah, dengan orang lain sampai masuk penjara, dengan saudara, dengan istri,
dengan mertua komplit sudah. Oleh karena memang sedang membutuhkan mobil,
dengan perasaan yang amat dongkol pada akhirnya sebagai gantinya membawa mobil
sewaan dari Bandung.
Sejak
pernikahanmu sampai dengan sekarang kurun waktunya kurang lebih 10 th. sudah
punya dua anak.... seluruh keluarga dan saudara2 ….melihat prkembangan rumah
tanggamu sangat memprihatinkan…., melihat beberapa kasus maupun peristiwa
selama dalam menjalin rumah tangga dapat disimpulan tidaklah semakin baik..,
sudah empat kali mengahadapi perceraian…, kamu berdua telah sepakat membuat
perjanjian tertulis diatas metere, orang tua sebagai saksi..,
Suami kamu itu
tepatnya sebagai pegawai yg korupsi, bisa foya-foya menghamburkan uang…, untuk
menafkahi keluarga tidaklah susah, pandapatan setiap bulannya bisa diharapkan,…,
Jaman bapa masih dinas, perilaku korupsi, tidak jujur, mark’up uang hal biasa,
malahan terang2 an sehingga pegawai yang melaporpun tidak ada tidak lanjutnya,
yang jujur ancur…, malahan dipinggirkan karena tdk mengikuti arus.
Sekali lagi
bukan berarti orangtua membeberkan materi yang sudah diberikan…, tetapi untuk
mengingatkan bahwa mencari nafkah itu susah.., sebagai awal untuk kelengkapan
rumah tangga…, orang tua membelikan kulkas baru…, dari toko.., speda motor
semasa kamu kuliah.., dipan ukir…, TV.., Tape recorder…, belum lagi bekal dari
mertua kamu.., itu semua sudah cukup untuk awal mula melangkah kehidupan
berumah tangga…, agar bermartabat, agar punya gengsi, dihargai orang lain.
“INGAT ANAKU KONSEKWENSI MOBIL LISTING
DIGADAIKAN CEPAT ATAU LAMBAT AKAN BERURSAN DENGAN HUKUM, KASIHAN ANAK-ANAK YANG
MASIH BUTUH ASUHAN. SUAMI KAMU DIINGATKAN JANGAN SOMBONG, JANGAN PASANG BADAN,
JANGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, KARENA SUAMI KAMU MEMPUNYAI RIWAYAT YANG BURAM,
JANGAN ORANG TUA/MERTUA YANG HIDUPNYA PAS-PASAN DIJADIKAN TUMBAL DARI KEBOHONGAN DAN REKAYASA
AGAR MERTUA MASUK PENJARA.”
ORANG TUA
NGANGGUR TIDAK PUNYA PENDAPATAN, MOBIL UNTUK CARI NAFKAH DIGADAIKAN SUAMI KAMU,
ORANG TUA
YANG NGANGGUR SUPAYA MENANGGUNG BEBAN HARIAN DAN BULANAN SELAMA 4 BULAN INI
SUNGGUH LICIK DAN KEJAM SUAMI KAMU
TOLONG
KEMBALIKAN SEGERA AGAR KEHIDUPAN ORANG TUA MENJADI NORMAL.
Ingat kata bijak: Salah
satu bentuk penghormatan kepada Allah adalah menghormati orang tua yang muslim
(Abu Dawud)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar