Kesombongan orang diberi amanah meniliai bawahan hanya berdasar rasa suka atau tidak suka agar wibawa dan ditakuti tetap melekat pada dirinya, padahal dlm pembinaan karier ada aturannya. Ia mengingkari kebersamaan bahwa pekerjaan di perusahaan tidak bisa ditangani sendiri, hakekatnya tlah melanggar hak asasi dengan menindas karier bawahan, awal masuk kerja pangkat kopral, pensiun tetap kopral. Sungguh tidak menghargai jerih payah selama bekerja, ia merasa hanya dirinyalah yg berhak hidup berkembang memperoleh kejayaan dg menindas bawahannya. Jika benci alasan apa dg menindas karier tanpa ampun sampai pensiun.
Karierku tak tumbuh selayaknya, tak berdaya untuk menentangmu, teganya kau injek aku,kau angkuh, tertawanya lepas diatas jerih-payah yang lemah, lihatlah tower yg menjulang tinggi siapa yang membuat, kau SEORANG DIRIKAH !?
Dalam kehidupan bersosialisasi untuk mencapai kemajuan, manusia acap kali bergulat dengan manusia lainnya dalam persaingan bebas yang kadang kejam.
Yang tidak jarang mengakibatkan penindasan oleh yang kuat terhadap yang lemah.
Ini membawa kecenderungan bahwa, hanya yang kuat sajalah yang dapat hidup berkembang.
Kehidupan yang demikian dapat menimbulkan kepincangan dan mendatangkan kegelisahan, yang tidak hanya harus kita jauhi melainkan tidak dapat kita setujui secara fundamental, oleh karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar