... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 07 Februari 2014
KEBIJAKSANAAN PENGGALI TAMBANG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 04 Februari 2014
ELANG ATAU KALKUN
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 02 Februari 2014
ANAK ANJING
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 13 Desember 2013
Selasa, 10 Desember 2013
KISAH USAHA BERSAMA.
Sekitar bulan Mei 2013 ketemu menantu di rumah saudara di Panjalu Ciamis sama-sama bawa pickup, lalu memberi uang Rp.300.000,- :” Ini ada sekedar rejeki untuk bapa”.ucapnya. Hati ini terharu karena seumur-umur baru kali ini diberi uang oleh menantu yang katanya usahanya telah sukses.
Bercerita tentang kesuksesannya
di Bandung, yang katanya sering membawa pickup untuk belanja mebel ukir di
Jepara. Lalu mengajak usaha bersama diBandung, mobil bisa untuk angkut barang,
bisa disewakan, sehari Rp.250.000,- dari pada ngompreng, pulangnya malam,
sering kecapaian, apalagi sudah tua. Kalau di Bandung tinggal mengawasi,
pambelian barang, penjualan barang, suatu saat keluar mengantar barang.” Begitu
katanya, saya tidak mengiyakan hanya menjawab lain waktu bisa kita bicarakan.
Menurut ceritanya usahanya
telah sukses, maka pada 9 September 2013 tepat setelah menghadiri resepsi
pernikahan adik lelakinya, maka kami melanjutkan pembicaraan.
Istri saya ragu dan menolak
untuk dilanjutkan tapi saya tetap melanjutkan pembicaraan yang intinya setuju kerjasama
usaha di Bandung.
Karena dari kesepakatannya mobil dibawa dulu ke Bandung maka konsekwensinya segala biaya hidup orang tua dan kewajiban pembayaran listrik, ledeng, telepon dan listing ditanggung menantu, sebagai gantinya pendapatan mobil yang sehari-harinya untuk mencari nafkah, maka kunci kontak saya berikan untuk dimulainya kerjasama usaha.di Bandung. Padahal istri tetap melarang mobil dibawa ke Bandung.
Karena dari kesepakatannya mobil dibawa dulu ke Bandung maka konsekwensinya segala biaya hidup orang tua dan kewajiban pembayaran listrik, ledeng, telepon dan listing ditanggung menantu, sebagai gantinya pendapatan mobil yang sehari-harinya untuk mencari nafkah, maka kunci kontak saya berikan untuk dimulainya kerjasama usaha.di Bandung. Padahal istri tetap melarang mobil dibawa ke Bandung.
Pada 11 September 2013
saya ke Bandung untuk merealisasikan kesepakatan kerja sama usaha tersebut.
Sampai di Bandung
tampaknya sepi tidak ada pekerjaan yang dijanjikan, lalu dalam pikiran betulkah
usahanya telah sukses, betulkah mobil di Bandung untuk sarana usaha angkut
barang dan disewakan, kelihatannya suram mobilnya tidak ada, maka, dengan
perasaan amat kecewa kembali ke Purwokerto dengan meminta biaya hidup yang telah disepakati bersama
lalu saya diberi uang Rp.8.500.000,- (delapanjuta limaratusribu rupiah) yang Rp.1.500.000,-
(sejuta lima ratus ribu rupiah) menyusul ditransfer lewat rekening. Jadi
jumlahnya Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)
Mobil di Bandung harus
segera diambil karena ada pelanggan membutuhkan maka pada tgl 25 September 2013
saya informasikan bahwa mobil akan saya ambil, lalu anak saya mengatakan kalau
ambil mobil harus bawa uang Rp.10.000.000,- (sepuluhjuta rupiah), lalu saya
bertanya:” hitung-hitungannya untuk biaya hidup orang tua kewajiban pembyaran
listrik, ledeng dan listing seperti yang telah disepakati bersama selanjutnya bagaimana?
Lalu sebagai ganti mobil sehari-harinya untuk cari nafkah untuk menutup
kebetuhan saban hari,bagaimana? juga sebagai ganti yang katanya mobil perhari
disewa Rp.250.000,-. Jawaban dari menantu tagihan-tagihannya ditunda dulu, sampai
akhir bulan September. Sebagai orang tua percaya dan mengerti
mungkin belum ada uang.
Karena katanya untuk
mengambil mobil harus Rp.10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) sedangkan mobil saat
itu sangat dibutuhkan maka saya bersama sopir cadangan ke Bandung., dengan persiapan uang sejumlah
Rp.14.500.000,- dari istri saya yang dikirim melalui rekening, sambil memberikan
pesan bahwa:” uang ini jangan sampai berkurang sedikitpun, uang harus kembali utuh jika
mobil tidak bisa kebawa pulang.” saya hanya mengiyakan.
Sesampai di Bandung saya
memberikan kartu ATM kepada anak saya, supaya mengambil sendiri uang yang
diminta, yang penting mobil bisa kebawa. Kartu ATM saya berikan karena percaya
akan kejujuran anak saya seperti dulu sewaktu kuliah.
Setelah uang diterima,
menantu saya pergi mengambil mobilnya, dari pagi sampai malam, hingga pagi lagi
baru pulang tidak membawa mobil juga, dengan harap-harap cemas menunggu bersama
sopir cadangan sampai sehari semalam hampir tidak tidur yang pada akhirnya menantu
saya mengatakan jika mau ambil mobil harus tambah Rp.15.000.000,- lagi.
Bagai geledek disiang
bolong mendengar ucapan menantu saya itu, teman saya sopir cadangan
geleng-geleng kepala.
Ini ada rekayasa
kebohongan, rupanya ini menantu tidak jera-jera menipu lagi, dari awal pernikahan
dengan anak saya sampai sekarang sifatnya masih belum berubah, hanya membuat
masalah, dengan orang lain sampai masuk rumah tahanan, dengan saudara, dengan istri,
dengan mertua komplit sudah.
Oleh karena mobil memang
sedang dibutuhkan, dengan perasaan amat dongkol pada akhirnya sebagai gantinya
membawa mobil sewaan dari Bandung, yang nyetir sopir cadangan.
Sesampai dirumah membawa
mobil sewaan istri saya marah sekali, apalagi uangnya yang Rp.10.000.000,- (sepuluh
juta rupiah) sudah diserahkan, padahaal sudah diingatkan uang jangan sampai
berkurang sedikitpun, dan uang harus kembali jika mobil tidak dibawa pulang.
Kini giliran orang tua merasa ditipu padahal istri saya selama
ini sudah tidak percaya lagi dengan menantu yang satu ini, dengan cara halus,
yang katanya bekerjasamalah mobil di Bandung untuk angkut barang, untuk belanja
barang bersama ke Jepara, untuk disewakan sehari Rp. 250.000,- mengawasi keluar
masuk barang, atau mengantar barang daripada ngompreng capailah.” katanya.
Pada kenyataannya setelah di Bandung sangat kecewa, ada perasaan tertekan, karena nyata-nyata dibohongi, tidak ada pekerjaan disana seperti yang diomongkan, mobil digadaikan.., kebutuhan harian seharusnya dipenuhi ternyata hanya diberi uang Rp.100.000,- seminggu.
Setiap hari
seharusnya bekerja agar dapat uang sebagai ganti mobil yang digadaikan ternyata
tidak ada pekerjaan, padahal lagi senang-senangnya nyetir mobil untuk usaha, yang
akhirnya menjadi nganggur, sungguh kecewa dan geram dengan rekayasa kerjasama
usaha ini…,
Selama di Bandung hanya menunggu dapat pekerjaan, yang ternyata nganggur, sesekali menyewa mobil untuk mengantar barang ke pelanggan, malahan dimarahi gara-gara pesanannya kurang lengkap dan tidak tepat waktu.
Oh Ya Allah dosa apa saya ini, sampai mengalami permasalahan pelik
seperti ini, menantu menginjak-injak, merampas hak hidup, hak mencari nafkah, akibatnya
sampai sekarang masih nganggur…, padahal kebutuhan menuntut saban hari.., tega-teganya
menipu mertua demi membebaskan hutang-hutangnya, dengan cara mertua dijadikan
korban.
Sekali lagi aku katakan memutar balikkan fakta yang tujuannya untuk menjebloskan mertua kepenjara, agar dia terbebas dari hutang-hutangnya. Sedangkan kesepakatan yang dibicarakan pada resepsi pernikahan adiknya tgl 9 September 2013, hanya omong kosong, biaya hidup orang tua setiap harinya, tagihan kistrik, ledeng dan listing nol sama sekali tidak dibayar yang katanya tagihan-tagihan supaya ditunda dulu sampai akhir bulan September. Padahal tahu risikonya jika listing tidak bayar. Tagihan listrik, ledeng tidak dibayar. Sebagai mertua yang sudah tidak punya apa-apa mau berbuat apa terhadap manantu seperti ini, haruskah melapor ke Polisi?. Menghubungi anak sendiri saja aksesnya sulit karena hp dikuasai suaminya, sehingga putus hubungannya.
Inilah salah satu isi sms memutar balikan fakta yang ada di HP.
Dikirim:
28-Nov-2013
15:18:34
lebih baik laporan
resmi..anda yg
menggadekan..saya
saksi sdh banyak
disini ada 4 orang
saksi yg siap mem
bela saya..
Pengirim:
Muxxx
+628782504xxxx
Menantu kejam tampaknya sudah direncana sejak awal.., mobil mertua diincar untuk digadaikan. Dulu korbannya orang lain sampai masuk penjara.., modus operandinya sama pengalamannya diulang kembali…, kini yang menjadi korban mertuanya, kelakuannya masih belum berubah sejak awal pernikahan sampai sekarang masih suka menipu.
Tulisan ini bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya,
Purwokerto, 9 Desember 2013.
Kamis, 05 Desember 2013
APA YANG HARUS LAKUKAN MENGHADAPI PENIPU ULUNG.
Kenapa disampaikan secara terbuka :
- Aku membutuhkan komunikasi dengan anak perempuanku di Bandung tapi hp dikuasai suaminya
- Jika kirim surat lewat Pos tidak mungkin langsung diterima, jika lewat email juga tidak bisa langsung dibaca
- Karena masalah penipuan, dalam hal ini ada yang sangat dirugikan, akibatnya bisa ke jalur hukum
- Akses satu-satunya lewat FB terbuka, karena biasanya sering menbuka akunnya tujuannya agar pembaca bisa mengevaluasi siapa penipunya.
Pesan orang tua terhadap
anak.:
Sejak pernikahanmu sampai sekarang kurun waktunya kurang lebih
10 th. sudah punya anak dua.... keluarga dan saudara-saudaramu ….melihat perkembangan
rumah tanggamu dinilainya sangat memprihatinkan…., beberapa kasus perjalanan rumah
tanggamu dapat disimpulkan tidaklah semakin baik.., sudah empat kali
mengahadapi perceraian…, kamu berdua telah sepakat membuat perjanjian tertulis
diatas metere, orang tua sebagai saksi..,tetapi lagi-lagi selalu gagal.
Anak yang pertama sejak umur 6 bulan, diasuh orang tua…, pada ulang
tahunnya yang pertama kamu sebagai orangtuanya tidak menjenguknya, sedangkan
kamu berdua, belum berat tanggungannya tapi perselisihan sering terjadi, karena
tuntutan ekonomi yang selalu menekan setiap hari sedangkan suami kamu
pengeluarannya lebih besar dari pada pendapatannya, uang digunakan untuk hal
yang tidak berguna, minum-minuman keras, rokoknya bermerk, patut diduga masih berjudi,
karena sering pulang pagi, akibatnya untuk menutup kebutuhannya dengan cara
pinjam sana-sini jika pinjamannya membengkak lalu menipu, kalau sudah menipu ditinggal
pergi. Ingat saudara kamu yang di Bogor, akibat ditipu lalu ditinggal pergi
akan selalu mencari sampai akheratpun akan ditagih, jika tahu sekarang tinggal
di Bandung tentu akan mencarinya sampai ke Bandung.
Rumah tangga ribut melulu saat itu kamu pergi meninggalkan rumah,
lalu orang tua mencari solusi, untuk sementara ditempatkan dipondok pesantren,
suami kamu tidak diberitahu, tujuannya agar suami kamu bisa merubah kebiasaan
buruknya tetapi belum seminggu tahu-tahu sudah kembali bersatu, memang
benar-benar kamu berdua itu sering merepotkan orangtua.
Saat
itu anak yang kedua masih dalam kandungan 8 bulan, Masih
ingat ditempat kontrakan di Porka, setelah pindahan dari Karangnangka, kamu
mengadu kepada bapa melalui telpon pada tengah malam, kurang lebih jam 23.00 padahal
selama ini, kamu tidak pernah mengadu, menurut cerita kamu bahwa kamu diancam disiram
air panas, disundut rokoklah disertai kata-kata kasar padahal suasana bulan
puasa, dimana orang muslim sedang giat-giatnya menjalankan ibadah puasa memohon
ampunan dan menahan nafsu amarah, lalu bapa menyarankan, lebih baik pulanglah
orang tua menunggu dirumah nanti dijemput, lalu kamu menjawab :” tidak usah
dijemput, nanti naik taksi saja.” begitu katamu.
Pada kurang lebih pukul 03.00 dini hari mobil taksi berhenti tepat
didepan rumah, mamamu keluar menjemput kamu membantu membawakan tas masuk
kerumah. Sudah hampir seminggu dirumah orang tua dan sudah mengerti permasalahannya
sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa memang suami kamu itu bukan type orang
baik, temperamental, egois hanya mementingkan diri sendiri, tidak ingat anak istri, yang kata kamu juga main
perempuan, ada wanita idaman lain, minum, mabok, berjudi hal biasa. Padahal tanggungannya
masih belum berat masih berdua, anak kedua masih dalam kandungan. Sampai kapan
memperlakukan kamu sebagai istri yang bebas merdeka, kenapa kamu ikuti terus
suami macam itu. Kamu berhak berontak, berhak melapor mencari keadilan, agar
tidak diperlakukan semena-mena.
Kini giliran orang tua ditipu padahal mamamu sudah tidak percaya
lagi, dengan cara halus, yang katanya bekerjasamalah mobil di Bandung untuk
angkut barang, untuk kulakan barang bersama bapa di Jepara, atau untuk
disewakan sehari Rp. 250.000,-, Nanti kalau bapa sudah di Bandung juga disuruh
ngawasi keluar masuk barang, atau mengantar barang daripada ngompreng capailah
katanya.
Tapi kenyataannya kecewa berat, bapa di Bandung perasaannya
sangat tertekan, nyata-nyata dibohongi, tidak ada pekerjaan disana seperti yang
diomomgkan, mobil digadaikan kebutuhan harian seharusnya dipenuhi, setiap hari seharusnya
bekerja agar dapat uang sebagai ganti mobil yang untuk mencari nafkah digadaikan,
Oh Ya Allah dosa apa aku ini, sampai mengalami permasalahan seperti ini,
menantu menginjak-injak harkat, martabat sampai tega menipu mertua demi
membebaskan hutang-hutangnya, kuwalatlah kau menantuuuuu!!. Sekali lagi aku
katakan memutar balikkan fakta yang tujuannya untuk menjebloskan mertua kepenjara,
agar dia terbebas dari hutang-hutangnya.
Ini salah satu isi sms yang ada di HP.
Dikirim:
28-Nov-2013
15:18:34
lebih baik laporan
resmi..anda yg
menggadekan..saya
saksi sdh banyak
disini ada 4 orang
saksi yg siap mem
bela saya..
Pengirim:
Muxxx
+628782504xxxx
Menantu kejam tampaknya sudah direncana sejak awal, kelakuannya
masih belum berubah sejak awal pernikahan sampai sekarang masih suka melakukan
penipuan.
Kamu itu tanggungannya belum berat, anak-anak masih SD cobalah,
dihitung pengeluaran harian berapa? Bulanan berapa ? pendapatan yang pasti
darimana saja, berapa jumlahnya. Kalau tidak bisa nutup pengeluarannya dari
dulu hingga sekarang kamu akan tekor, akan selalu kekurangan, sedangkan suami
kamu kelakuannya masih begitu-begitu saja tinggalkanlah suami seperti itu.
Usaha yang modalnya kecil tapi untungnya bisa untuk menutup
kebutuhan harian selebihnya bisa disisihkan itu harus karena untuk bekal hari esok. Jangan mengharapkan modal 50
juta tapi bukan dari keringat sendiri, itu hanya hayalan yang tidak mungkin
terbukti kecuali dengan cara menipu atau mencuri. Camkan itu !!
“INGAT ANAKU
KONSEKWENSI MOBIL LISTING DIGADAIKAN CEPAT ATAU LAMBAT AKAN BERURSAN DENGAN
HUKUM, KASIHAN ANAK-ANAK YANG MASIH BUTUH ASUHAN. SUAMI KAMU DIINGATKAN JANGAN
SOMBONG, JANGAN PASANG BADAN, JANGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, KARENA SUAMI KAMU
MEMPUNYAI RIWAYAT YANG BURAM, JANGAN ORANG TUA/MERTUA YANG HIDUPNYA PAS-PASAN DIJADIKAN TUMBAL DARI KEBOHONGAN DAN
REKAYASA AGAR MERTUA MASUK PENJARA.”
ORANG
TUA NGANGGUR TIDAK PUNYA PENDAPATAN, MOBIL UNTUK CARI NAFKAH DIGADAIKAN,
ORANG
TUA YANG NGANGGUR SUPAYA MENANGGUNG BEBAN HARIAN DAN BULANAN SELAMA 4 BULAN INI
SUNGGUH LICIK DAN KEJAM SUAMI KAMU
TOLONG
KEMBALIKAN SEGERA MOBILNYA AGAR KEHIDUPAN ORANG TUA MENJADI NORMAL,
Ingat kata bijak: Salah satu bentuk penghormatan kepada Allah
adalah menghormati orang tua yang muslim (Abu Dawud)
Sabtu, 30 November 2013
TERASA DIIRIS-IRIS DADA INI
Sebelum menikah orang tua menilai calon suami kamu orang yang baik, jujur, sopan apalagi sudah bekerja di toko.., dan katanya mau buka toko sendiri sudah punya gudang untuk finishing, apalagi pernah sekelas dulu waktu di SMA. Dengan pertimbangan itu maka bapa dan mamamu sebagai orang tua merestui.
Mengamati pengeluaran
yang besar rumah tangga kamu, ternyata dari suami kamu.., awalnya bapa percaya
suami kamu orang baik, waktu itu th, 2004 kamu baru mempunyai anak satu…,
kontrak rumah di Karangnangka suami kamu sering kali datang kekantor hanya
untuk pinjam duit…, awalnya pinjam 1 juta, dua hari kemudian pinjam 1,5 juta,
setelah bebrapa hari uang dikembalikan, tiga hari kemudian datang lagi…, pinjam
duit 1,5 juta lagi…, bapa pikir karena dia pekerja swasta barangkali saja untuk
tambahan modal…, teruuus ketagihan seminggu dua kali datang kekantor, lama-lama
pinjaman tidak lagi dikembalikan. Tidak habis pikir…, maka bapa ingin mencari
tahu lalu menanyakan kepada kamu bahwa suami kamu sering pinjam duit kepada
bapa dikantor untuk apa?.., terrnyata kamu mengatakan tidak tahu, berarti dia
kepada kamu tidak terus terang, maka bapa mulai curiga.
Saat kamu
kontrak rumah di Karangnangka, mendengar kabar bahwa ada perselisihan dengan
suami kamu, sebagai orang tua menganggap
hal itu biasa, berjalan kurang lebih 1 tahun, orang tua mendengar kabar lagi bahwa
mau pindah kontrak ketempat lain, kabarnya kontrakannya tidak dibayar, semua
barang-barang pemberian orang tua ludes satu persatu dijual dalam kurun waktu
selama kontrak, kondisi kamu tambah kurus, informasianya sudah beberapa bulan
tidak diberi nafkah, bapa menangis terasa diiris-iris sakit dada ini, atas
perlakuan suami kamu, tetapi kamu tetap tegar tidak pernah mengeluh dihadapan orang
tua selalu basa-basi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, kamu hebat dizolimi
tetap saja setia.
Pada suatu
hari ada dua orang datang kerumah sambil membawa surat pernyataan diberikan
kepada bapa yang isinnya, tagihan uang 20 juta…, tandatangan surat pernyataan
atas nama kamu, dengan alasan mengembalikannya dari hasil penjualan rumah…, spontan
bapa terkejut karena waktu itu tidak ada rencana menjual rumah, bapa menangis lagi-lagi
terasa diiris-iris dada ini…, kasus ini, informasinya suami kamu telah
menggadaikan mobil orang. Dan lagi-lagi kamulah yang dijadikan korban untuk
tameng perilaku suami kamu untuk menagih kepada bapa sejumlah 20 juta, sungguh
gila suami kamu itu. Akhirnya menjadi urusan polisi dan suami kamu dimasukan
penjara.
Keluar dari
penjara diam-diam pergi ke luar Jawa, menghindari orang-orang yang masih punya
urusan dengan dirinya, dan kamu tetap setia mengikuti walaupun dalam keadaan
susah padahal masa depan kamu masih suram,
mau bekerja apa karena belum pengalaman diluar Jawa. Diluar Jawa kabarnya kamu
bekerja disebuah pabrik, suami kamu ngurusi anak dirumah. rupanya ada
perselisihan lagi dengan suami kamu, Menurut critamu ada karyawan pabrik atasan
kamu yang statusnya sudah duda, menaruh hati kepada kamu suami kamu tahu lalu
cemburu. Karyawan pabrik tersebut kamu perkenalkan kepada kami sebagai orang
tua,melalui telpon dan memang ada minat untuk menikahi kamu, tentu saja orang
tua menyemangati untuk membuka lembaran baru dengan suasana baru agar kamu
tidak lagi dikuasai suami laknat.
Perselisihan tambah
tegang, akhirnya kamu pulang ke Jawa kerumah oratua untuk merencanakan kedepan
spakat membuat penyataan tertulis diatas metere disaksikan para orang tua dari kedua
belah pihak. Dan selanjutnya setelah perceraian rencananya kamu akan nikah dengan
karyawan pabrik tersebut.
Setelah
pernyataan tertulis disepakati ditempat orangtua suami kamu, dan para saksi
telah menandatangani, maka selesailah pernyataan itu, para orang tua memberikan
arahan-arahan…, Suami kamu kemarahannya semakin memuncak dengan nada tinggi dan kasar pada
intinya cemburu kepada kamu, setelah itu kami sebagai orangtua pihak perempuan
meminta surat pernyataannya untuk dicopy, tetapi tidak boleh…, alasannya mau
dicopykan, kami tetap percaya saja, dan kemudian kami mengajak kamu pulang, tetapi
dihalangi…, Kami sebagai orang tua pihak perempuan menjadi bingung kenapa masih
saja dipertahankan. akhirnya kamu menginap dirumah mertua kamu.dan kumpul lagi
sebagai suami istri, padahal sudah membuat pernyataan cerai dengan demikian
mengabaikan aturan agama antara yang hak dan yang bathil.
Setelah
kumpul kembali lalu mencari pekerjaan di Bogor, dengan dibantu saudara yang
sudah duluan di Bogor, dan kontrak rumah disana, usaha suami kamu rupanya
malang melintang disana tidak sukses, hanya sekedar demi kelangsungan hidup
saja, Pernah malam-malam bapa dikejutkan, suara hp dari suami kamu yang katanya
sedang mabok minuman dari Bogor, bapa dikata-katai tidak pantas, tidak sopan. Kepada
orang tua hanya memanggil namanya saja, intinya menginformasikan bahwa kamu sebagai
istrinya hanya untuk dijadikan mainan. Bapa bingung memikirkan menantu sepert
ini. Di Bogorpun membuat masalah lagi dengan saudara yang duluan diBogor,dan
saudara yang di Bogor meminta ganti rugi kepada bapa. Memang keterlauan suami
kamu selalu membuat masalah yang sangat merugikan.
Untuk
menghindari masalah dengan saudara yang di Bogor lalu pergi mencari nafkah di
Bandung, saudara kamu yang ada diBogor mencari-cari suami kamu terus supaya segera
menyelesaikan permasalahannya dan sampai sekrang tidak tahu bahwa suami kamu ada
di Bandung.
Memang licik
terhadap mertua juga tega, sejak bapa listing mobil pickup, berbaik hati dengan
bapa, dan bercerita bahwa usahanya di Bandung sukses, sering membawa pickup untuk
kulakan di Jepara katanya. Ketemu di Ciamis sama-sama bawa pickup, lalu memberi
uang kepada bapa 300 ribu, :” Ini ada sekedar rejeki untuk bapa”.ucapnya kepada
bapa, hati ini terharu karena seumur-umur baru kali ini diberi uang oleh
menantu yang katanya usahanya telah sukses ini. Pada suatu hari mengajak
kerjasama sama bapa, katanya bapa diBandung saja, nanti mobilnya di Bandung bisa
untuk angkut barang, bisa disewakan, sehari 250 ribu dari pada ngompreng,
pulangnya malam, sering kecapaian, sudah tua lagi katanya. Di Bandung bapa
tinggal mengawasi, pambelian barang, penjualan barang, suatu saat keluar mengantar
barang.
Wah enak
betul ini bapa jadi tertarik dengan kata-katanya itu, maka pada 9 September
2013 mobil dibawa menantu ke Bandung konsekwensinya jika mobil diBandung segala
biaya hidup orang tua dan kewajiban pembayaran listrik, ledeng, telepon dan listing harus
ditanggung, karena mobil sebagai sarana untuk mencari nafkah sehari-hari.
Pada
11 september bapa ke Bandung untuk membantu pekerjaan disana, setelah di
Bandung tampaknya sepi tidak ada pekerjaan yang dijanjikan, lalu dalam pikiran
betulkah mobil di Bandung untuk sarana usaha angkut barang dan disewakan,
kelihatannya suram maka bapa pulang sambil meminta uang untuk biaya hidup dan
diberi uang 8 juta 5 ratus ribu rupiah yang 1 juta 5 ratus ribu menyusul ditrnsfer
lewat rekening.
Oleh karena mobil harus segera dibawa pulang karena ada
pelanggan yang membutuhkan maka pada tgl 25 September bapa menanyakan mobilnya
mau diambil, bapa harus bawa uang berapa, kamu menjawab :”10 juta yang 3 juta
pinjam untuk keperluan lain,” lho terus untuk biaya hidup orang tua dan kewajiban
pembyaran listrik, ledeng dan listing bagaimana?
Ini sudah miss,… sementara bapa kesampingkan masalah ini, oleh karena
mobil lagi segera dibutuhkan maka bapa bersama sopir cadangan tetap ke Bandung bapa
memberikan kartu ATM kepada kamu supaya mengambil sendiri uang yang diminta
yang penting mobil bisa kebawa. karena bapa percaya akan kejujuran kamu anak bapa seperti dulu sewaktu kuliah.
Setelah uang diterima, menantu saya keluar untuk mengambil mobilnya, dari pagi
sampai malam tidak pulang mobil juga tidak kebawa, yang pada akhirnya mengatakan jika
mau ambil mobil harus tambah 15 juta lagi, bagai geledek disiang bolong mendengar
ucapan menantu saya itu, ini ada rekayasa kebohongan lagi, rupanya ini menantu
tidak jera-jera, menipu lagi, dari awal cerita smpai akhir hanya membuat
masalah, dengan orang lain sampai masuk penjara, dengan saudara, dengan istri,
dengan mertua komplit sudah. Oleh karena memang sedang membutuhkan mobil,
dengan perasaan yang amat dongkol pada akhirnya sebagai gantinya membawa mobil
sewaan dari Bandung.
Sejak
pernikahanmu sampai dengan sekarang kurun waktunya kurang lebih 10 th. sudah
punya dua anak.... seluruh keluarga dan saudara2 ….melihat prkembangan rumah
tanggamu sangat memprihatinkan…., melihat beberapa kasus maupun peristiwa
selama dalam menjalin rumah tangga dapat disimpulan tidaklah semakin baik..,
sudah empat kali mengahadapi perceraian…, kamu berdua telah sepakat membuat
perjanjian tertulis diatas metere, orang tua sebagai saksi..,
Suami kamu itu
tepatnya sebagai pegawai yg korupsi, bisa foya-foya menghamburkan uang…, untuk
menafkahi keluarga tidaklah susah, pandapatan setiap bulannya bisa diharapkan,…,
Jaman bapa masih dinas, perilaku korupsi, tidak jujur, mark’up uang hal biasa,
malahan terang2 an sehingga pegawai yang melaporpun tidak ada tidak lanjutnya,
yang jujur ancur…, malahan dipinggirkan karena tdk mengikuti arus.
Sekali lagi
bukan berarti orangtua membeberkan materi yang sudah diberikan…, tetapi untuk
mengingatkan bahwa mencari nafkah itu susah.., sebagai awal untuk kelengkapan
rumah tangga…, orang tua membelikan kulkas baru…, dari toko.., speda motor
semasa kamu kuliah.., dipan ukir…, TV.., Tape recorder…, belum lagi bekal dari
mertua kamu.., itu semua sudah cukup untuk awal mula melangkah kehidupan
berumah tangga…, agar bermartabat, agar punya gengsi, dihargai orang lain.
“INGAT ANAKU KONSEKWENSI MOBIL LISTING
DIGADAIKAN CEPAT ATAU LAMBAT AKAN BERURSAN DENGAN HUKUM, KASIHAN ANAK-ANAK YANG
MASIH BUTUH ASUHAN. SUAMI KAMU DIINGATKAN JANGAN SOMBONG, JANGAN PASANG BADAN,
JANGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, KARENA SUAMI KAMU MEMPUNYAI RIWAYAT YANG BURAM,
JANGAN ORANG TUA/MERTUA YANG HIDUPNYA PAS-PASAN DIJADIKAN TUMBAL DARI KEBOHONGAN DAN REKAYASA
AGAR MERTUA MASUK PENJARA.”
ORANG TUA
NGANGGUR TIDAK PUNYA PENDAPATAN, MOBIL UNTUK CARI NAFKAH DIGADAIKAN SUAMI KAMU,
ORANG TUA
YANG NGANGGUR SUPAYA MENANGGUNG BEBAN HARIAN DAN BULANAN SELAMA 4 BULAN INI
SUNGGUH LICIK DAN KEJAM SUAMI KAMU
TOLONG
KEMBALIKAN SEGERA AGAR KEHIDUPAN ORANG TUA MENJADI NORMAL.
Ingat kata bijak: Salah
satu bentuk penghormatan kepada Allah adalah menghormati orang tua yang muslim
(Abu Dawud)
Langganan:
Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
-
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah ...
